Mengenal Gesang, Maestro di Balik Bengawan Solo

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:00 WIB
MENGENANG SANG MAESTRO: Salah satu pengunjung mengamati koleksi busana sang maestro keroncong Indonesia sekaligus pencipta lagu Bengawan Solo, Gesang, di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. (JAWA TIMUR PARK GROUP FOR RADAR BATU)
MENGENANG SANG MAESTRO: Salah satu pengunjung mengamati koleksi busana sang maestro keroncong Indonesia sekaligus pencipta lagu Bengawan Solo, Gesang, di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. (JAWA TIMUR PARK GROUP FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Sosok Gesang, maestro keroncong Indonesia dan pencipta lagu “Bengawan Solo”, dapat dikenali lebih dekat melalui Spot Gesang di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Area tersebut menghadirkan sejumlah koleksi yang berkaitan dengan kehidupan dan perjalanan musik sang maestro.

Pengunjung dapat melihat blangkon, kopiah, tongkat, cello, kontra bass, becak, dua kendang, hingga biola. Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai sosok Gesang sekaligus perjalanan musik keroncong di Indonesia. Gesang lahir di Surakarta pada 1 Oktober 1917 dan meninggal pada 20 Mei 2010.

Namanya dikenal luas melalui “Bengawan Solo”, salah satu karya yang melekat dalam sejarah musik Indonesia. Beragam koleksi di Spot Gesang juga memperlihatkan sisi personal sang musisi. Instrumen seperti cello, kontra bass, biola, dan kendang menggambarkan kedekatannya dengan dunia musik.

Baca Juga: Harga Cabai Kompak Melonjak Hari Ini, Cabai Rawit Merah Tembus Rp81.800 per Kg - Radar Batu

Sementara blangkon, kopiah, tongkat, dan becak memberikan gambaran kehidupan Gesang di luar panggung. Kehadiran koleksi tersebut sekaligus menjadi pintu masuk untuk mengenalkan musik keroncong kepada generasi muda. Genre musik ini memiliki perjalanan panjang di Indonesia dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

Manajer Operasional Museum Musik Dunia Mulyadi mengatakan, koleksi Gesang dihadirkan untuk mendekatkan sosok dan perjalanan musiknya kepada masyarakat. “Gesang merupakan salah satu tokoh yang memiliki tempat penting dalam perjalanan musik Indonesia,” ujarnya.

Pengunjung tidak hanya mengenal nama Gesang dan “Bengawan Solo”. Namun, juga dapat melihat langsung benda-benda yang berkaitan dengan kehidupannya.  Spot Gesang menjadi salah satu ruang yang mempertemukan musik, sejarah, dan budaya dalam pengalaman wisata.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Museum Musik Dunia jatim park 3 Batu JTP Group jtp jatim park