BATU, RADAR BATU - Revitalisasi kawasan wisata Songgoriti Kota Batu masih menunggu kepastian kerja sama dengan Pemkot Batu. Perumda Jasa Yasa menargetkan audiensi lanjutan pada awal September 2026 untuk membahas perizinan, mitra kerja sama, dan skema pengelolaan aset.
Direktur Utama Perumda Jasa Yasa Raden Djoni Sudjatmiko mengatakan komunikasi dengan Pemkot Batu kembali menguat pada Agustus ini. Pihaknya mendapat respons positif untuk melanjutkan pembahasan secara formal.
“Tentu sinyal positif ini langsung kami respons dengan menyiapkan berkas penunjang,” ujarnya.
Baca Juga: Gate Parkir Alun-Alun Kota Batu Mulai Beroperasi - Radar Batu
Jasa Yasa sebelumnya telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Pemkot Batu. Namun, pertemuan formal belum terlaksana karena padatnya agenda manajemen. Karena itu, audiensi kembali dijadwalkan awal September.
Pertemuan tersebut penting karena revitalisasi menyangkut pemanfaatan aset dan sejumlah perizinan di wilayah Kota Batu. Jasa Yasa juga masih menunggu kejelasan mitra kerja sama dari Pemkot Batu.
“Karena BUMD Kota Batu belum clear, maka mekanisme perizinan dan pengelolaan strategisnya harus disepakati langsung dengan Pemkot Batu terlebih dahulu,” kata Djoni.
Baca Juga: Wisatawan Rusia Tersangkut Pohon Saat Paralayang di Kota Batu - Radar Batu
Jasa Yasa memastikan konsep revitalisasi telah disiapkan. Pengembangan mencakup fasilitas penginapan, pusat kuliner dan restoran, fasilitas olahraga, revitalisasi pasar tradisional, hingga pemandian air hangat.
Pembangunan akan dilakukan bertahap setelah aspek legal dan kerja sama disepakati. Jasa Yasa memperkirakan pengerjaan tahap awal dapat berlangsung tiga hingga empat bulan setelah izin diperoleh.
“Begitu surat izin di-ACC, kami langsung tancap gas,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto membenarkan komunikasi terkait revitalisasi Songgoriti terus berlangsung.
Pemkot Batu tengah mengupayakan aktivasi PT Batu Wisata Resource (BWR) sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang dapat menjadi mitra Jasa Yasa melalui skema business to business (B2B).
Pemkot berharap struktur dan jajaran direksi BWR segera dituntaskan. Dengan begitu, pembahasan kerja sama memiliki dasar kelembagaan yang lebih jelas.
Baca Juga: UM-Jatim Park Group Perkuat Kerja Sama Pendidikan - Radar Batu
Heli menegaskan Pemkot Batu mendukung revitalisasi Songgoriti. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi yang belum tergarap maksimal. Terutama untuk mendukung pariwisata saat kunjungan wisatawan memasuki masa low season.
Selain potensi ekonomi, Songgoriti memiliki nilai sejarah. Salah satunya keberadaan Candi Supo yang menjadi bagian dari sejarah kawasan tersebut.
“Candi itu bukan hanya milik Kota Batu saja. Namun, warisan Nusantara yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Kini, tantangan revitalisasi bukan lagi sekadar menyusun konsep. Kepastian izin, mitra, dan skema pengelolaan menjadi penentu sebelum proyek masuk tahap fisik.
Editor : Fajar Andre Setiawan