BATU, RADAR BATU - Penerapan sistem keselamatan di objek wisata diminta menjadi perhatian pengelola. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim menegaskan pengelola destinasi tidak boleh hanya fokus mengejar kunjungan. Pengelola wajib menjamin keamanan wisatawan.
Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Jatim Radiq Mulya Mahardika mengatakan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan mitigasi bencana harus menjadi prioritas. Hal tersebut penting untuk menjaga iklim pariwisata tetap kondusif, termasuk di Kota Batu.
Radiq menjelaskan sistem keselamatan tidak selalu membutuhkan peralatan berteknologi tinggi dengan biaya mahal. Pengelola juga dapat menerapkan Early Warning System (EWS) melalui fasilitas sederhana yang terintegrasi.
Baca Juga: Tujuh Bulan, 34 Dispensasi Nikah Dikabulkan, 17 Pengajuan karena Hamil di Luar Nikah - Radar Batu
“Keberadaan EWS di destinasi wisata bisa diwujudkan melalui skema dan fasilitas dasar. Misalnya CCTV dan alat ukur ketinggian air juga bisa disebut EWS,” ujarnya. Selain itu, pengelola perlu menyediakan menara pandang di area tertentu. Tujuannya untuk memantau kondisi lingkungan dan pergerakan pengunjung.
Pada destinasi berbasis sungai, kolam, atau air terjun, alat ukur ketinggian air juga diperlukan untuk mengantisipasi luapan mendadak. Termasuk menyiapkan prosedur operasional standar (SOP) ketika terjadi kondisi darurat. Pos pertolongan pertama dan personel yang memahami evakuasi cepat juga perlu disediakan.
Salah satu destinasi yang telah menerapkan K3 yakni Mikutopia. HR Generalist Mikutopia Rizki Ramadhan Adi P mengatakan fasilitas keselamatan dan mitigasi telah disiapkan sebelum operasional. “Di Mikutopia, kami sudah menyiapkan fasilitas K3 dan melakukan mitigasi sebelum operasional dimulai,” ujarnya.
Pihaknya menyiagakan sekitar 30 titik alat pemadam api ringan (APAR), tandu darurat, serta dua ruang P3K yang dilengkapi obat-obatan. Koordinasi dengan BMKG juga dilakukan saat cuaca ekstrem. Jika kondisi cuaca memburuk, operasional sejumlah wahana akan dipertimbangkan untuk mencegah insiden.
Editor : Fajar Andre Setiawan