Desa Wisata Sumbergondo Tembus 6 Besar WIA Jatim 2026

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:39 WIB
JUJUGAN WISATAWAN: Beberapa pengunjung memadati kawasan D’Kopi Sabin, Desa Sumbergondo pada liburan waktu lalu. (PEMDES SUMBERGONDO FOR RADAR BATU)
JUJUGAN WISATAWAN: Beberapa pengunjung memadati kawasan D’Kopi Sabin, Desa Sumbergondo pada liburan waktu lalu. (PEMDES SUMBERGONDO FOR RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Desa Wisata Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji berhasil menempati peringkat keenam dalam Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026 kategori 10 Desa Wisata Terbaik Jawa Timur. Sumbergondo berhasil masuk 10 besar setelah bersaing dengan 60 desa wisata yang mendaftar.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi itu menunjukkan pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kota Batu mampu bersaing di tingkat regional. “Tentu ini kebanggaan tersendiri bagi kami, bisa mengantarkan Desa Wisata Sumbergondo masuk 10 besar WIA 2026,” ujar Onny.

Dari 60 desa wisata yang mendaftar, sebanyak 38 desa akhirnya diusulkan pemerintah kabupaten/kota untuk mengikuti tahap kurasi. Penilaian dilakukan tiga kurator dari kalangan akademisi, komunitas, dan praktisi pariwisata.

Baca Juga: Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Butuh Penataan Ulang - Radar Batu

IKONIK: Kampung Marigold di kawasan Desa Sumbergondo menjadi wisata edukasi bagi pelajar. (PEMDES SUMBERGONDO FOR RADAR BATU)
IKONIK: Kampung Marigold di kawasan Desa Sumbergondo menjadi wisata edukasi bagi pelajar. (PEMDES SUMBERGONDO FOR RADAR BATU)

Hasilnya, Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang menempati posisi pertama. Disusul Desa Wisata Poncokusumo Kabupaten Malang dan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. Posisi keempat ditempati Desa Klepu Jayandaru Ponorogo, sedangkan Desa Wisata Bahari Nglebeng Trenggalek berada di posisi kelima.

Onny menyebut capaian Sumbergondo tidak lepas dari konsistensi pengelola dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. “Kami terus mendorong pengelola desa wisata mampu menghasilkan inovasi yang membanggakan serta berdaya saing,” lanjutnya.

Baca Juga: Pengerjaan Preservasi Simpang Patih Kota Batu Sempat Deviasi Progres Fisik - Radar Batu

Dia meminta prestasi tersebut tidak membuat pengelola berpuas diri. Hasil WIA 2026 harus menjadi pemacu untuk meningkatkan kualitas destinasi, pelayanan wisatawan, dan menjaga kearifan lokal.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman berharap capaian Sumbergondo memotivasi desa lain mengembangkan potensi wilayah masing-masing. “Optimalkan potensi yang ada di desa masing-masing agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
WIA wisata kota batu pariwisata desa wisata disparta