Museum Angkut Rawat Ratusan Koleksi Kendaraan Antik di Lahan 3,8 Hektar

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Koleksi kendaraan tradisional Indonesia di Museum Angkut (Google Maps/Arius Hardianti)
Koleksi kendaraan tradisional Indonesia di Museum Angkut (Google Maps/Arius Hardianti)

BATU, RADAR BATU – Kota Batu, Malang, memiliki destinasi wisata edukasi yang merawat ratusan koleksi kendaraan bersejarah dalam satu kawasan terpadu. Museum Angkut, yang berdiri di Jalan Terusan Sultan Agung Atas Nomor 2, menyimpan lebih dari 300 kendaraan tradisional hingga modern di atas lahan seluas 3,8 hektare.

Museum ini resmi didirikan pada 9 Maret 2014 oleh Jatim Park Group dengan tujuan mengenalkan sejarah perkembangan transportasi dunia kepada masyarakat. Sejak saat itu, Museum Angkut tercatat sebagai museum transportasi pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan koleksi kendaraan darat, laut, dan udara dalam satu lokasi.

Perawatan koleksi menjadi perhatian utama pengelola. Setiap kendaraan, mulai dari sepeda ontel antik hingga mobil klasik, ditata dan dirawat sedemikian rupa sehingga tampilannya tetap bersih dan mengilap layaknya pajangan museum sungguhan.

Baca Juga: JTP Group Gelar Upacara HUT Ke-81 RI di Atas Mobil Stingray, Salah Satu Koleksi di Museum Angkut

Berbeda dengan museum konvensional, Museum Angkut tidak memasang rantai pembatas di sekitar objek pameran, sehingga pengunjung leluasa berfoto bahkan menyentuh langsung koleksi kendaraan yang dipajang.

Koleksi kendaraan tersebar di berbagai zona tematik. Pada Zona Utama, misalnya, pengunjung dapat melihat deretan sepeda, sepeda motor, mobil, hingga kereta kuda yang mewakili era transportasi populer dari masa ke masa.

Di lantai yang menyajikan edukasi sejarah, tersimpan mobil Chrysler Windsor Deluxe yang pernah digunakan Presiden Soekarno saat menjalankan tugas kenegaraan, lengkap dengan helikopter dan pesawat kenegaraan.

Selain kendaraan bersejarah milik tokoh nasional, museum ini juga merawat koleksi kendaraan tradisional asli Indonesia. Menurut catatan pengelola, koleksi tersebut mencakup sarana transportasi lokal baik bermesin maupun tidak, seperti becak, pedati, dokar, sepeda ontel, dan perahu.

Zona Eropa menjadi salah satu area dengan koleksi kendaraan impor yang paling banyak menyita perhatian. Di zona ini, pengunjung dapat menyaksikan mobil-mobil antik buatan empat negara, yaitu Italia, Jerman, Prancis, dan Inggris, yang dipajang berdampingan dengan miniatur landmark dunia.

Baca Juga: Kemensetneg RI Tinjau Kesiapan Museum Angkut, Kota Batu Sambut HUT Ke-8 RI

Untuk menjaga kualitas koleksi tetap prima, pengelola juga menyediakan fasilitas pendukung seperti area kuliner, toko suvenir, hingga shuttle car dan Dotto train yang membantu pengunjung berpindah dari satu area ke area lain secara gratis.

Dengan luas area yang mencakup puluhan zona tematik, Museum Angkut membuktikan bahwa perawatan koleksi kendaraan antik bisa berjalan beriringan dengan konsep wisata edukasi yang interaktif. Ratusan kendaraan yang tersimpan di dalamnya bukan sekadar benda pajangan, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah transportasi dunia yang terus dijaga kelestariannya hingga kini.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
koleksi kendaraan antik mobil klasik wisata edukasi museum angkut kota batu