Bagaimana Cara Desa Wisata di Kota Batu Naik Kategori? Ini Strategi Pemkot

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:30 WIB
ASIK BANGET : Serunya Berlibur di Desa Wisata Kota Batu Bikin Betah
ASIK BANGET : Serunya Berlibur di Desa Wisata Kota Batu Bikin Betah

BATU, RADAR BATU – Bagaimana cara meningkatkan kategori desa wisata? Pemerintah Kota Batu menyiapkan sejumlah strategi agar desa wisata mampu naik kelas dari kategori rintisan, berkembang, maju, hingga mandiri.

Strategi tersebut mencakup sedikitnya lima aspek, yakni sumber daya manusia, kelembagaan, produk wisata, pemasaran, dan infrastruktur.

Saat ini terdapat 24 desa dan kelurahan di Kota Batu yang telah berstatus desa wisata. Sebanyak 18 masuk kategori maju dan enam kategori berkembang.

Baca Juga: 81 Veteran dan Janda Terima Insentif Rp 6 Juta Setahun - Radar Batu

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan peningkatan kategori harus dilakukan berdasarkan indikator standar nasional.

“Kenaikan kategori desa wisata harus diupayakan,” ujarnya.

1. Meningkatkan kualitas SDM

Pengelola desa wisata akan mendapatkan pelatihan mengenai hospitality, bahasa asing, storytelling, hingga mitigasi bencana pariwisata. Kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan badan usaha milik desa (BUMDes) menjadi kelompok yang diprioritaskan.

Baca Juga: Simak! Berikut Jadwal Salat Lima Waktu Kota Batu 16 Agustus 2026 - Radar Batu

 

2. Memperkuat kelembagaan

Desa wisata membutuhkan pengelolaan yang profesional agar tidak bergantung pada individu tertentu. Karena itu, Disparta mendorong transparansi manajerial, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta regulasi desa.

3. Menentukan keunikan desa

Setiap desa harus memiliki unique selling proposition (USP). Artinya, desa perlu menemukan alasan mengapa wisatawan harus datang ke wilayah tersebut. Potensinya bisa berupa wisata petik apel, kriya lokal, agrowisata bunga, olahraga ekstrem, budaya, kuliner, maupun aktivitas masyarakat.

Desa Mojorejo, misalnya, memilih mengembangkan wisata edukasi berbasis kearifan lokal. Pengolahan sampah terpadu, budaya masyarakat, keterampilan warga, UMKM, pertanian, dan perikanan dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Baca Juga: 57 Sekolah di Malang Raya Terapkan Ketahanan Pangan - Radar Batu

4. Memperkuat pemasaran digital

Setelah produk wisata ditemukan, desa perlu memiliki branding yang kuat. Pemkot Batu mendorong pemasaran digital dan kampanye kreatif agar setiap desa memiliki identitas yang mudah dikenali wisatawan. Famtrip juga disiapkan dengan mengundang agen perjalanan, media, dan content creator untuk mencoba langsung pengalaman wisata di desa.

5. Membenahi infrastruktur

Produk wisata yang menarik tetap membutuhkan akses dan fasilitas pendukung. Karena itu, Pemkot Batu akan mendorong perbaikan akses jalan, pemasangan signage, penyediaan toilet higienis, balai pertemuan, hingga fasilitas atraksi.

Target akhirnya kategori mandiri Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan status desa wisata secara bertahap. Jenjangnya adalah rintisan → berkembang → maju → mandiri.

Baca Juga: 35 Rumah Ibadah Masih Tunggu Kepastian Dana Hibah - Radar Batu

Pemkot Batu juga mendorong desa mengikuti ajang nasional seperti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) serta memperluas jaringan melalui forum pariwisata tingkat ASEAN.

Bagi Kota Batu, peningkatan kategori bukan sekadar mengejar penghargaan. Status yang lebih tinggi harus mencerminkan kemampuan desa dalam mengelola potensi, memberikan pelayanan, memasarkan produk, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan demikian, desa wisata di Kota Batu diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap destinasi wisata modern, tetapi mampu berdiri sebagai produk wisata dengan karakter dan identitasnya sendiri.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Pemasaran Digital infrastruktur pariwisata desa wisata disparta