BATU - Istilah desa wisata dan wisata desa sering dianggap memiliki arti yang sama. Padahal, keduanya memiliki konsep berbeda. Pemerintah Kota Batu menilai pemahaman tersebut penting karena menentukan bagaimana sebuah wilayah mengembangkan potensi pariwisatanya.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan desa wisata tidak sekadar berarti sebuah desa yang memiliki objek wisata. “Desa wisata tidak sama dengan wisata desa,” ujarnya.
Lantas, apa perbedaannya? Desa wisata mengintegrasikan kehidupan masyarakat, tradisi, budaya, lingkungan, serta aktivitas warga sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Baca Juga: Proyek Trotoar Abdul Gani, Kota Batu Senilai Rp 1,7 M Mulai Digarap - Radar Batu
Artinya, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat sebuah objek, tetapi juga dapat merasakan karakter kehidupan masyarakat di desa tersebut.
Karena itu, desa wisata membutuhkan pengelolaan dan kelembagaan yang jelas. Pengelolaan dapat dilakukan melalui badan usaha milik desa (BUMDes), kelompok sadar wisata (pokdarwis), maupun kelembagaan lainnya.
Sementara itu, wisata desa lebih mudah dipahami sebagai aktivitas atau objek wisata yang berada di wilayah desa. Keberadaan objek wisata tersebut belum tentu membuat seluruh kehidupan masyarakat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.
Baca Juga: Jumlah ASN Pemkot Batu Penerima Satyalancana Karya Satya Turun Separo Lebih - Radar Batu
Konsep desa wisata tersebut tengah didorong di Kota Batu. Saat ini terdapat 24 desa dan kelurahan yang berstatus desa wisata. Sebanyak 18 masuk kategori maju dan enam lainnya kategori mandiri.
Pemkot Batu mendorong masing-masing desa tidak sekadar membangun objek wisata baru. Potensi yang sudah hidup di tengah masyarakat justru dapat menjadi modal utama. Potensi tersebut bisa berupa budaya, kuliner, kriya, pertanian, maupun aktivitas sehari-hari masyarakat.
Desa Mojorejo menjadi salah satu contoh. Wilayah tersebut memiliki keterbatasan dari sisi wisata alam. Namun, pemerintah desa memilih mengembangkan potensi sejarah dan budaya melalui Prasasti Sangguran.
Baca Juga: HUT Ke-81 RI Jadi Momentum Pemkot Batu Benahi Program MBG dan KDKMP - Radar Batu
Tahun ini, Ambal Warsa Prasasti Sangguran ke-1.098 digelar pada 2 Agustus melalui tradisi budaya Puja Manusuk Sima Sangguran di Padepokan Sangguran.
Mojorejo juga memiliki kampung kerukunan beragama dan kampung organik yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Di kampung organik tersebut, warga memanfaatkan lahan terbatas untuk membudidayakan sayuran organik dengan konsep urban farming.
Baca Juga: Disbudpar Jatim Soroti Perizinan Wisata, Pemda Diminta Perkuat Pengawasan - Radar Batu
Aktivitas tersebut menunjukkan bagaimana kehidupan masyarakat dapat dikemas menjadi pengalaman wisata.
Kepala Desa Mojorejo Rujito mengatakan masih terdapat masyarakat yang berpandangan bahwa destinasi wisata harus memiliki panorama alam atau bangunan fisik tertentu.
Padahal, potensi yang terlihat sederhana di mata warga lokal bisa memiliki nilai berbeda bagi wisatawan.
Baca Juga: Jumlah ASN Pemkot Batu Penerima Satyalancana Karya Satya Turun Separo Lebih - Radar Batu
“Perlu ada kesadaran bersama, setiap potensi bisa diangkat menjadi destinasi wisata,” tegasnya.
Karena itu, ukuran keberhasilan desa wisata tidak cukup dilihat dari status klasifikasinya. Desa wisata harus mampu menemukan karakter, mengemas potensi, dan membuat wisatawan mendapatkan pengalaman yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Bagi Kota Batu, pendekatan tersebut menjadi penting. Sebab, jika seluruh desa mengembangkan konsep yang sama, maka desa wisata justru berisiko kehilangan identitas.
Baca Juga: Proyek Trotoar Abdul Gani, Kota Batu Senilai Rp 1,7 M Mulai Digarap - Radar Batu
Sebaliknya, semakin kuat karakter setiap desa ditampilkan, semakin beragam pula pengalaman wisata yang dapat ditawarkan Kota Batu kepada wisatawan. Ringkasnya, apa itu desa wisata?
Desa wisata adalah desa yang menjadikan kehidupan, budaya, tradisi, lingkungan, dan aktivitas masyarakat sebagai bagian dari pengalaman wisata dengan pengelolaan yang terorganisasi.
Sedangkan wisata desa lebih merujuk pada aktivitas atau objek wisata yang berada di kawasan desa.
Editor : Fajar Andre Setiawan