Ladang Bunga Matahari di Kota Batu Jadi Magnet Wisatawan Luar Daerah

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:00 WIB
SPOT FOTO: Wisatawan berfoto di Ladang Bunga Matahari, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji kemarin (13/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
SPOT FOTO: Wisatawan berfoto di Ladang Bunga Matahari, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji kemarin (13/8). (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BUMIAJI, RADAR BATU - Mekarnya bunga matahari dalam waktu terbatas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar Kota Batu. Ladang bunga matahari di Bumiaji itu hanya dibuka selama 1,5 bulan, mulai 1 Agustus hingga 15 September 2026. Mulai dari pukul 06.00 sampai 17.00.

Owner Ladang Bunga Matahari Nur Zelynda Avelina mengatakan waktu operasional destinasi tidak ditentukan secara permanen. Pembukaan menyesuaikan periode mekarnya bunga. “Pengunjungnya macam-macam. Banyak dari Malang dan sekitarnya serta luar kota,” ucapnya kemarin (13/8).

Pengunjung dikenakan harga tiket masuk (HTM) Rp 20 ribu per orang. Tiket tersebut sudah termasuk peminjaman sejumlah properti, seperti topi dan tripod. Wisatawan juga mendapat keranjang serta satu tangkai bunga potong secara gratis.

Baca Juga: Mau Nonton Konser di Malang? Ini Lokasi Favorit yang Sering Gelar Event Musik - Radar Batu

Selain itu, tersedia jasa fotografer dengan tarif Rp 50 ribu per 15 menit. Pengunjung juga bisa menyewa pakaian tradisional Korea (hanbok) dengan harga Rp 30 ribu. Destinasi tersebut dilengkapi bar kopi, bar jus buah, dan area membaca.

Bahkan, juga ada flower bar untuk pengunjung yang ingin merangkai bunga. Salah satu pengunjung asal Kabupaten Mojokerto, Aulia Fitriana mengaku mengetahui ladang tersebut dari media sosial. Karena penasaran, dia sengaja datang sekaligus berlibur ke Kota Batu.

Baca Juga: Warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu Ditemukan Meninggal di Joglo Taman Wilis - Radar Batu

“Tadi sempat kesulitan mencari lokasi tepatnya. Setelah berhasil menemukan titiknya, saya dan adik langsung mengambil foto,” ucap perempuan 29 tahun itu. Menurutnya, pemandangan yang ditawarkan cukup menarik.

Terlebih, bunga matahari jarang ditemui di daerah asalnya. Sejumlah spot foto yang disediakan juga membuatnya lebih mudah mengabadikan momen kunjungan. “Kalau ada kesempatan lagi, saya mau mengajak ibu saya yang memang pencinta bunga,” pungkasnya. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
bunga matahari bunga wisata ladang bunga Ladang Bunga Matahari