BATU, RADAR BATU – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat arah pengembangan wisata yang berbasis pelestarian lingkungan. Langkah ini terlihat dari penyelenggaraan Batu Greenation Fest 2026 oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu pada 20 hingga 27 Juni lalu, yang disebut sebagai festival lingkungan hidup terbesar yang pernah digelar di kota tersebut.
Dikutip dari RRI, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kota Batu, Eni Maulidiyah, menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung tema "Garis Hijau, Garis Imajiner Kepatuhan Lingkungan". Menurutnya, tema tersebut menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban bersama bagi seluruh elemen masyarakat.
Rangkaian acara meliputi kegiatan edukasi ke sekolah, kemah lingkungan untuk pelajar, aksi bersih sungai dan kawasan kota, hingga pembagian kantong belanja guna ulang. Eni berharap festival ini dapat menjadi alternatif wisata edukasi bagi keluarga selama masa liburan sekolah.
Baca Juga: Pemkot Batu Siapkan Perda RPPLH 30 Tahun untuk Selamatkan Mata Air dari Alih Fungsi Lahan
Selain lewat festival tahunan, komitmen Pemkot Batu juga tampak dari kebijakan penetapan kawasan konservasi. Berdasarkan Perda Kota Batu Nomor 16 Tahun 2011 tentang Perlindungan, Pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pemerintah kota telah menetapkan dua kawasan konservasi, yaitu Songgoriti dan Sumber Brantas.
Kawasan Songgoriti bahkan telah diresmikan sebagai kampung konservasi pertama di Kota Batu, dengan satwa endemik yang dilepasliarkan sesuai habitat aslinya. Dorongan untuk mengarahkan wisata Batu ke konsep berbasis alam dan lingkungan juga datang dari pelaku industri pariwisata setempat.
Sejumlah pemandu wisata sebelumnya meminta Pemkot Batu lebih fokus mengembangkan wisata alam seperti gunung, air terjun atau coban, dan desa wisata, karena dinilai lebih berkelanjutan dan punya potensi jangka panjang dibandingkan dengan wisata buatan.
Kombinasi antara kebijakan konservasi, festival lingkungan, dan masukan dari pelaku wisata ini menunjukkan bahwa arah pengembangan pariwisata Kota Batu semakin condong ke konsep ecotourism.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai jadi kunci agar potensi wisata alam Batu bisa dinikmati tanpa mengorbankan kelestarian lingkungannya.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber