Batu Secret Zoo Jatim Park 2 mencatat enam kelahiran satwa selama Mei-Juni 2026. Hal itu menjadi bukti keberhasilan program konservasi ex-situ. Kelahiran tersebut meliputi Nilgai (28 Mei), Nile Lechwe (6 Juni), Zebra (7 Juni), Bekantan (12 Juni), Mona Monkey (13 Juni), dan dua anak Nilgai (29 Juni).
General Manager Jawa Timur Park 2 Agus Mulyanto mengatakan capaian ini menunjukkan pengelolaan satwa berjalan optimal. Hal itu membuktikan pemenuhan nutrisi, pemeriksaan kesehatan, pengelolaan habitat, dan pendampingan reproduksi berjalan makimal. Seluruh anakan kini dipantau intensif oleh dokter hewan dan animal keeper. Keberhasilan ini memperkuat komitmen Batu Secret Zoo dalam konservasi, edukasi, dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Baca Juga: Mulai 14 Mei, Dino Park dan The Legend Stars Jatim Park 3 Buka Pukul 10.00 - Radar Batu
Science Center Jatim Park 1
Science Center di Jatim Park 1 menjadi destinasi wisata edukasi yang mengusung konsep learning by doing. Konsep itu diimplementasikan melalui puluhan alat peraga interaktif. Pengunjung dapat mempelajari berbagai konsep sains. Di antaranya dengan mencoba langsung wahana seperti Tesla Coil, Pipa Suara, Air Cannon, Katrol Duduk, Sepeda Rangka, Tornado Vortex, Balancing Force, dan Lampu Plasma.
Tersedia pula zona Kimia & Biologi, Electric Learning, serta Perubahan Wujud Zat. Manajer Operasional Jatim Park 1 Andy Wahyu mengatakan science center dirancang agar pembelajaran lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan membangkitkan rasa ingin tahu. Wahana ini kerap menjadi pilihan keluarga, pelajar, dan rombongan study tour.
Baca Juga: Jatim Park 3 Kota Batu Bakal Boyong Nuansa Street Food Bangkok - Radar Batu
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di The Bagong Adventure Museum Tubuh
The Bagong Adventure Museum Tubuh di Jatim Park menghadirkan konsep eduwisata yang memadukan pembelajaran anatomi manusia dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Selama berkunjung, wisatawan dapat memanfaatkan pemeriksaan mata, golongan darah, dan hair analyzer.
Pengunjung usia 25 tahun ke atas dapat memanfaatkan layanan cek gula darah dan asam urat. Usia 20-39 tahun tersedia fasilitas body fat check. Sedangkan, usia 40 tahun ke atas dapat menjalani pemeriksaan osteoporosis. Museum Tubuh juga menyediakan skin analyzer seharga Rp 15 ribu. Layanan itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali dan menjaga kesehatan sejak dini.
Baca Juga: Jatim Park 2 Tawarkan Tiga Wisata dalam Satu Tiket, Cocok untuk Keluarga - Radar Batu
Area Burung Eco Active Park Jadi Spot Favorit Pengunjung
Area Burung di Eco Active Park menjadi spot favorit wisatawan. Sebab, area tersebut menghadirkan habitat menyerupai alam aslinya. Suasana pun dibuat sangat asri dengan koleksi beragam spesies burung. Pengunjung dapat mengamati perilaku alami Greater Flamingo, pelikan, macaw, hornbill, hingga merak secara langsung.
Kawasan ini juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga, pelajar, dan mahasiswa. Khususnya untuk mengenal keanekaragaman hayati dan pentingnya konservasi melalui informasi tentang habitat, pola makan, dan perilaku satwa. Manajer Operasional Eco Active Park Deny Rina Sari mengatakan area burung dikembangkan untuk memadukan rekreasi dan edukasi. Tujuannya agar menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.
Museum Mega Science Center dan Budaya
Jawa Timur Park Group membangun Museum Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1. Tujuan besarnya untuk memperkuat ekosistem wisata edukasi nasional. Museum seluas sekitar 18.000 meter persegi ini akan mengintegrasikan sains, teknologi, dan budaya melalui zona ruang angkasa, fisika, matematika, biologi, kimia, teknologi, kebencanaan, serta budaya dengan konsep interaktif.
Manajer Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyanto mengatakan museum ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata edukasi nasional. Proyek masih dalam tahap pembangunan dan akan diperbarui hingga siap dibuka untuk publik.
Greater Flamingo, Ikon Satwa Unggas Eco Active Park
Greater Flamingo menjadi ikon satwa unggas di Eco Active Park berkat bulu merah muda, kaki jenjang, dan perilaku hidup berkoloni. Habitatnya dirancang menyerupai aslinya agar pengunjung dapat mengamati perilaku alami. Termasuk kebiasaan berdiri dengan satu kaki untuk mengurangi kehilangan panas tubuh dan menghemat energi.
Warna bulu flamingo berasal dari pigmen karotenoid dalam makanan seperti alga dan udang kecil. Selain menjadi spot fotografi favorit, kawasan ini juga menyajikan edukasi tentang karakteristik, adaptasi, dan konservasi satwa. GRO Eco Active Park Wilda mengatakan koleksi Greater Flamingo dihadirkan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian keanekaragaman hayati melalui pengalaman langsung.
Baca Juga: Deretan Hewan Unik di Jatim Park 2 yang Menarik Perhatian Wisatawan - Radar Batu
Belajar Anatomi Manusia lewat Koleksi Cadaver di The Bagong Adventure
Cadaver Room di The Bagong Adventure Museum Tubuh menghadirkan pembelajaran anatomi manusia. Enam koleksi cadaver yang terdiri atas lima cadaver plastinasi dan satu cadaver cross sectional siap memberikan sensai belajar berbasis pengalaman. Koleksi ini menampilkan struktur organ, otot, dan jaringan tubuh secara nyata menggunakan teknik plastinasi yang membuat spesimen awet dan detail.
Pengunjung juga dapat mempelajari tahapan pembuatan cadaver mulai fiksasi hingga curing. Pengunjung juga bisa melihat penampang tubuh melalui cadaver cross sectional. Asisten Manager Jatim Park 1 dan Museum Tubuh dr. Novita Megawati mengatakan fasilitas ini bertujuan mengenalkan anatomi manusia secara ilmiah, edukatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat melalui konsep wisata edukasi.
Editor : Fajar Andre Setiawan