Meningkatkan Pariwisata Dirgantara: Batu International Sport Tourism Festival 2026 Siap Digelar Akhir Juli

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi atlet paralayang terbang di Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 (Pinterest)
Ilustrasi atlet paralayang terbang di Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 (Pinterest)

BATU, RADAR BATU – Kota Batu bersiap menggelar Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 pada 30 Juli hingga 2 Agustus mendatang. Ajang olahraga rekreasi bertaraf internasional ini digadang-gadang bakal mendongkrak kembali gairah sektor pariwisata yang belakangan sempat lesu.

Informasi ini dikutip dari akun Instagram resmi Dinas Pariwisata Kota Batu, @disparta_batu, yang menyebut festival tahunan ini diprediksi menarik perhatian wisatawan sekaligus pencinta olahraga ekstrem.

Agenda utamanya adalah kejuaraan paralayang internasional bertajuk Paragliding Accuracy League atau International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) seri ketiga.

Dalam kompetisi ini, para atlet dan pilot paralayang dari berbagai daerah hingga mancanegara akan bersaing untuk menunjukkan keahlian mendarat dengan tingkat akurasi tinggi.

Baca Juga: 60 Peserta Internasional Bakal Ramaikan Festival Paralayang di Kota Batu

Titik lepas landas dipusatkan di kawasan wisata Gunung Banyak, sementara peserta harus mendarat tepat di target yang berada di Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu.

Gunung Banyak sendiri bukan lokasi asing dalam dunia paralayang. Kawasan ini memang dikenal sebagai salah satu spot terbang tandem terpopuler di Jawa Timur, dengan panorama yang membentang dari perbukitan hijau hingga siluet Kota Batu dari ketinggian.

Dorongan buat Sektor yang Sempat Lesu

Kehadiran BISTF 2026 datang di saat yang pas. Awal tahun ini, pelaku usaha pariwisata sempat mengeluhkan penurunan daya beli wisatawan. Ketua PHRI Kota Batu bahkan menyebut okupansi hotel turun sekitar 20 hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya, imbas pelemahan ekonomi yang berdampak sampai ke daerah.

Di tengah kondisi itu, event berskala internasional seperti BISTF jadi salah satu andalan Pemkot Batu buat menarik kembali kunjungan wisatawan, sekaligus mempertegas posisi Batu sebagai destinasi wisata olahraga udara unggulan.

Kehadiran ajang sport tourism ini diharapkan tidak cuma jadi panggung unjuk bakat atlet paralayang, tapi juga mampu menyedot ribuan wisatawan lokal maupun luar daerah.

Baca Juga: Menyaksikan Lanskap Kota Batu dari Udara lewat Wisata Paralayang

Terbuka untuk Umum

Kabar baiknya, masyarakat maupun wisatawan yang ingin menyaksikan langsung aksi para atlet paralayang bisa datang langsung karena acara ini terbuka untuk umum. Karena digelar di akhir pekan, BISTF 2026 bisa jadi pilihan agenda liburan bareng keluarga maupun teman.

Momen ini juga bersamaan dengan naiknya volume kendaraan wisatawan yang masuk ke Batu saat akhir pekan, yang menurut catatan Satlantas Polres Batu bisa meningkat 30 sampai 40 persen dibanding hari biasa.

Artinya, warga dan wisatawan yang berencana menonton BISTF sebaiknya memperhitungkan waktu perjalanan lebih awal supaya tidak terjebak macet di titik-titik akses menuju Batu.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
BISTF 2026 paralayang gunung banyak kota batu