BATU, RADAR BATU – Di tengah menjamurnya kafe kekinian, satu warung ketan sederhana di kawasan Alun-Alun Kota Batu justru tetap bertahan sebagai jujugan wisatawan selama puluhan tahun.
Pos Ketan Legenda 1967 telah berdiri sejak 1967, diawali dari usaha kecil milik nenek Siami yang berjualan ketan bubuk kelapa di sekitar Kantor Pos Batu, hingga akhirnya diteruskan turun-temurun oleh keluarganya.
Warung yang beralamat di Jalan Kartini Nomor 6, Ngaglik, Sisir, Kota Batu ini kini dikelola oleh generasi penerus, Lisa dan Sugeng. Keduanya konsisten menjaga kualitas bahan baku sebagai kunci untuk mempertahankan cita rasa yang sama sejak puluhan tahun lalu.
Saat ini terdapat lebih dari 20 varian topping ketan, mulai dari rasa original berupa parutan kelapa dan gula jawa, hingga topping modern seperti durian, keju, dan meses.
Baca Juga: Susu Ketan Pak Yan, Tempat Nongkrong di Alun-alun Batu dengan Aneka Topping Ketan dan Minuman Hangat
Ketan durian menjadi menu favorit yang paling banyak diminati pengunjung. Menariknya, durian yang digunakan didatangkan langsung dari Medan demi menjaga rasa manis dan tekstur creamy yang konsisten.
Beras ketan yang dipakai juga bukan sembarangan, karena pemilik memilih beras ketan impor kualitas premium dari Thailand agar hasil ketan kukus tetap pulen dan gurih.
Soal harga, Pos Ketan Legenda masih mempertahankan konsep ramah kantong. Menurut penuturan Lisa dalam sebuah wawancara, harga menu berkisar dari Rp6.000 untuk varian original hingga Rp20.000 untuk menu best seller ketan durian dengan tambahan susu dan keju.
Harga yang terjangkau ini menjadi salah satu alasan mengapa jajanan tradisional ini tetap diminati anak muda di tengah gempuran makanan kekinian.
Pos Ketan Legenda buka setiap hari dengan jam operasional cukup panjang, mulai pukul 10.00 hingga 15.00, kemudian dilanjutkan pukul 16.00 hingga tengah malam.
Baca Juga: Bukan Bakso dan Ketan Saja, Ini Kuliner Khas Batu yang Layak Masuk Daftar Buruan Wisatawan
Konsep tempat duduk semi terbuka membuat pengunjung bisa bersantai menikmati ketan hangat sembari mengobrol bersama teman atau keluarga, terutama saat suasana malam hari yang dingin khas pegunungan Batu.
Selama lebih dari lima dekade, Pos Ketan Legenda membuktikan bahwa jajanan tradisional tetap bisa bersaing di tengah tren kuliner modern, asalkan konsisten menjaga kualitas dan terus berinovasi dari sisi rasa tanpa meninggalkan resep aslinya.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber