Jalur Ekstrem ke Hillside Bromo Malang, Antara Daya Tarik dan Risiko Keselamatan Wisatawan

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:00 WIB
Kabut yang tampak di kafe Bromo Hillside (Bromo Hillside)
Kabut tebal yang tampak di kafe Bromo Hillside (Bromo Hillside)

BATU, RADAR BATU - Popularitas kafe dengan panorama 360 derajat di Bromo Hillside terus menarik wisatawan dari berbagai daerah. Namun, di balik pemandangan yang memukau, jalur menuju lokasi ini menyimpan bahaya nyata yang kerap luput dari perhatian.

Bromo Hillside berada di ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut, sehingga pengunjung harus melewati jalan menanjak dan berkelok saat berangkat, lalu berubah menjadi turunan curam saat pulang. Kondisi ini jadi tantangan tersendiri, terutama bagi kendaraan matik yang hanya mengandalkan rem untuk mengurangi laju.

Bukan cuma di jalur Hillside, jalur ekstrem menuju kawasan Bromo secara umum memang punya rekam jejak kecelakaan yang panjang. Titik letter S di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dikenal sebagai lokasi paling rawan di kawasan wisata Bromo, dengan tikungan sempit dan turunan curam yang sering memicu kecelakaan kendaraan wisata.

Baca Juga: Bukan Cuma Bromo, Kabupaten Malang Kini Jadi Magnet Wisata Baru di Jawa Timur

Kecelakaan terbaru terjadi pada akhir Mei 2026. Sebuah jip hardtop menabrak tebing di jalur turunan letter S tersebut dan menewaskan sopir asal Tumpang serta seorang wisatawan asal Pakis, sementara tiga penumpang lain mengalami luka-luka. Dugaan sementara mengarah pada gangguan teknis pada sistem pengereman kendaraan.

Masalah ini bukan kejadian pertama. Pada Mei 2025, sebuah jip juga terjun ke jurang di kawasan Desa Gubugklakah, Poncokusumo, akibat sopir yang mengantuk, hingga melukai tiga wisatawan termasuk satu warga negara asing.

Ada faktor lain, yaitu kondisi fisik pengemudi jip. Paket wisata Bromo secara reguler menuntut sopir jip untuk mulai menjemput wisatawan sejak pukul satu atau dua dini hari demi mengejar momen sunrise, sehingga banyak sopir mengalami kelelahan kronis dan penurunan fokus yang membuat refleks mereka melemah saat menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Awas! Hari Ini Jalan Bromo Semeru Kota Batu Ditutup Total, Proyek Drainase Dimulai!

Faktor cuaca seperti kabut tebal di kawasan tersebut kerap mengurangi jarak pandang pengemudi, sehingga kendaraan harus melaju lebih hati-hati.

Insiden-insiden ini jadi pengingat bahwa keselamatan wisata jip di Bromo tidak bisa dianggap remeh. Pemeriksaan rutin kondisi rem kendaraan, pengaturan jam kerja sopir yang lebih manusiawi, serta rambu peringatan di titik-titik rawan seperti letter S dinilai perlu menjadi prioritas pengelola kawasan wisata, agar keindahan Bromo Hillside dan sekitarnya tidak lagi ternodai oleh korban jiwa yang terus berulang.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
jalur ekstrem wisata malang bromo hillside