Dari Petani Jadi Pemandu Wisata, Kisah Warga Bangkitkan Desa Wisata Terpencil di Malang

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00 WIB
Wisata pemandian Sumberingin di Desa Wringinsongo (Google Maps/Arumssi)
Wisata pemandian Sumberingin di Desa Wringinsongo (Google Maps/Arumssi)

BATU, RADAR BATU – Warga Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, kini merangkap peran baru. Selain bertani, sebagian dari mereka belajar menjadi pemandu wisata demi membangkitkan potensi desa yang selama ini kurang tergarap.

Dilansir dari riset pelatihan menjadi pemandu wisata di Desa Wringsono, persoalan itu bermula dari minimnya sumber daya manusia yang paham cara memandu wisatawan.

Bumdes Tirta Jaya Kreasi, mitra program pengabdian masyarakat, mencatat Desa Wringinsongo belum memiliki pemandu wisata meski potensi alamnya cukup besar, sebuah kondisi yang menghambat pengembangan Desa Wisata Wringinsongo.

Untuk menjawab masalah itu, digelar pelatihan lima tahapan bagi warga, mulai dari analisis kebutuhan hingga bimbingan teknis menjadi pemandu wisata profesional.

Baca Juga: 5 Fakta Sumber Sirah, Hidden Gem Kolam Alami di Gondanglegi Malang

Salah satu andalan desa ini adalah Pemandian Sumberingin yang punya nilai sejarah panjang. Sumber air ini pertama kali ditemukan pada era 1880-an oleh Mbah Cebong atau Ki Abunawas, tokoh pendiri desa yang kemudian menjadi kepala desa pertama.

Mata air itu awalnya dipakai untuk kebutuhan pribadi sebelum berkembang menjadi pemandian umum sekaligus destinasi wisata.

Perjalanan wisata ini sempat terpuruk. Pada November 2017, pohon beringin raksasa yang jadi ikon kawasan tumbang akibat usia dan cuaca ekstrem, sehingga jumlah pengunjung dan aktivitas ekonomi warga sekitar ikut menurun.

Bangkit dari titik itu, musyawarah desa pada 2020 menghasilkan pembangunan infrastruktur baru menggunakan Dana Desa, dengan area wisata diperluas hingga sekitar 5.000 meter persegi. Salah satu penggerak wisata setempat meyakini Sumberingin masih punya potensi alam yang luar biasa meski ikon utamanya sudah hilang.

Baca Juga: Ratusan Sumber Mata Air di Kota Batu Terancam Mati

Upaya itu perlahan membuahkan hasil. Desa Wringinsongo tercatat sebagai desa mitra Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang turut membangun sejumlah fasilitas penunjang seperti kincir angin, lampu tenaga surya, dan area swafoto.

Berkat kolaborasi itu, kunjungan akhir pekan ke Pemandian Sumberingin kini bisa mencapai puluhan hingga ratusan wisatawan per hari, terutama saat musim liburan.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Desa Wisata Malang Wringinsongo Tumpang Pemandian Sumberingin wisata kabupaten malang