BATU, RADAR BATU – Kota Batu kembali mencuri perhatian wisatawan muda lewat destinasi yang mengusung konsep rumah kaca. Sejumlah spot seperti Batu Love Garden, Infinite World di Jatim Park 3, hingga wahana rumah kaca di Batu Night Spectacular ramai dikunjungi konten kreator yang berburu latar foto estetik untuk diunggah ke media sosial.
Fenomena ini sejalan dengan tren wisata berbasis konten yang terus berkembang di Indonesia. Berdasarkan survei IDN Times, sebagian besar wisatawan berharap kondisi asli suatu destinasi sama menariknya dengan yang ditampilkan di media sosial, dengan mayoritas responden yang mengaku berekspektasi tinggi sebelum berkunjung.
Hal ini menunjukkan bagaimana unggahan di Instagram dan TikTok kini menjadi acuan utama sebelum seseorang memutuskan tempat liburan.
Baca Juga: Jalur Menantang Menuju Coban Kaca Jadi Daya Tarik Wisatawan Pecinta Alam
Di Batu Love Garden, pengunjung bisa menjumpai greenhouse dengan ratusan spesies bunga dalam tatanan topiari seluas tujuh hektare. Konsep ini banyak dipilih karena permainan cahaya alami yang masuk lewat dinding kaca menghasilkan efek visual yang sulit didapat di lokasi indoor biasa.
Sementara di Infinite World, Jatim Park 3, wahana rumah kaca menonjolkan permainan lighting yang memantulkan cahaya sehingga ruangan terlihat lebih estetik dan cocok untuk konten foto maupun video pendek.
Tren berburu spot estetik ini juga terlihat di berbagai daerah lain, bukan cuma Batu. Laporan RRI menyebutkan generasi muda di berbagai kota kini rutin mencari tempat wisata dengan konsep unik demi mendapatkan hasil foto yang menarik untuk media sosial.
Pola serupa turut membentuk pergeseran motivasi wisatawan, dari sekadar berlibur menjadi berlibur sambil memproduksi konten.
Baca Juga: Danau Tersembunyi di Balik Dinginnya Batu, yang Belum Banyak Diketahui Wisatawan
Waktu yang bagus untuk berkunjung ke Batu Love Garden adalah pagi hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik. Suasana rumah kaca memberi nuansa berbeda dibandingkan dengan spot foto pada umumnya karena efek pantulan kaca yang membuat komposisi visual terasa lebih hidup.
Pengelola wisata di Kota Batu pun mulai menyesuaikan diri dengan tren ini. Beberapa lokasi menambah elemen dekorasi dan pencahayaan tambahan di area rumah kaca untuk menjaga daya tarik visual, mengingat persaingan destinasi estetik semakin ketat seiring makin banyaknya kreator yang mencari lokasi baru untuk konten mereka.
Dengan tren ini, Kota Batu berpeluang memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan udara sejuk dan pemandangan alam, tetapi juga daya tarik visual yang relevan dengan kebutuhan konten digital wisatawan masa kini.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber