BATU, RADAR BATU – Kota Batu selama ini identik dengan udara sejuk, kebun apel, dan taman hiburan modern yang selalu ramai pengunjung. Tapi di balik semua itu, ada sisi lain Batu yang jarang jadi sorotan, yaitu keberadaan danau-danau kecil yang tersebar di beberapa titik.
Bukan danau raksasa seperti Danau Toba atau ikonik Ranu Kumbolo di Semeru, melainkan danau berukuran mungil yang justru menawarkan sesuatu yang makin langka di tengah wisata Indonesia hari ini, ketenangan.
Danau-danau di Batu ini memiliki ukuran yang kecil, aksesnya kadang tersembunyi di balik kebun atau hutan, dan namanya jarang muncul di daftar wisata paling hits. Minimnya eksposur itulah yang membuat suasananya terasa lebih tenang dan jauh dari kepadatan pengunjung yang biasa ditemui di destinasi utama Batu.
Baca Juga: Tiga Pantai dalam Satu Desa, Cerita di Balik Booming Wisata Bowele
Danau Buatan di Sela Kebun Petik Buah
Salah satu spot yang jarang disadari wisatawan adalah danau mini di dalam area kebun petik apel dan stroberi, terutama di kawasan Selecta dan Bumiaji. Awalnya danau ini hanya berfungsi sebagai penampungan air irigasi atau kolam ikan, bukan objek wisata.
Namun, karena airnya jernih dengan latar pohon buah di sekelilingnya, tempat ini kemudian dijadikan spot santai sekaligus lokasi foto oleh pengunjung yang datang untuk memetik buah langsung dari pohonnya.
Konsep ini menarik karena menggabungkan dua hal sekaligus, wisata agro dan wisata air, dalam satu kunjungan tanpa biaya tambahan yang besar.
Arboretum Sumber Brantas, Titik Nol Sungai Terbesar di Jawa Timur
Naik lebih ke atas, tepatnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, ada Arboretum Sumber Brantas yang berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Tempat ini dikenal sebagai titik nol Sungai Brantas, sungai yang menjadi penyangga kehidupan bagi sepertiga masyarakat Jawa Timur. Kawasan konservasi yang dulunya lahan pertanian sayur ini diubah menjadi area pelestarian sejak tahun 1982 dan kini dikelola oleh Perum Jasa Tirta 1.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Destinasi Wisata Malam Kota Batu, Cocok untuk Liburan Keluarga
Di sinilah pengunjung bisa menemukan danau alami kecil yang dikelilingi pepohonan tinggi, lumut yang tumbuh subur di bebatuan, dan suara serangga hutan yang jadi satu-satunya kebisingan. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari, saat kabut tipis masih menggantung dan embun belum menghilang.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber