Tiga Pantai dalam Satu Desa, Cerita di Balik Booming Wisata Bowele

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:00 WIB
Berselancar di Wisata Desa Bowele, Kabupaten Malang (Istimewa)
Berselancar di Wisata Desa Bowele, Kabupaten Malang (Istimewa)

BATU, RADAR BATU – Desa Wisata Bowele di Kabupaten Malang semakin ramai dibicarakan wisatawan karena menawarkan pengalaman liburan yang jarang ditemui di tempat lain.

Dalam satu kawasan, pengunjung bisa menikmati tiga pantai berkarakter berbeda, menjelajahi pesisir naik perahu nelayan, snorkeling di air jernih, sekaligus melihat air terjun yang mengalir langsung ke pantai.

Nama Bowele sendiri merupakan akronim dari tiga pantai andalannya, yaitu Pantai Bolu-Bolu, Pantai Wedi Awu, dan Pantai Lenggoksono yang berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo.

Ketiga pantai ini memiliki karakter yang berbeda, sehingga setiap wisatawan bisa memilih pengalaman sesuai selera. Pantai Bolu-Bolu punya ombak yang relatif tenang sehingga cocok untuk berenang dan snorkeling, sedangkan Pantai Wediawu punya ombak yang lebih tinggi sehingga lebih diminati peselancar.

Baca Juga: Desa Wisata Rintisan di Kota Batu, Potensi Tersembunyi yang Belum Banyak Diketahui

Selain dua pantai tersebut, Pantai Lenggoksono juga tak pernah sepi peselancar karena ombaknya besar dan menantang, cocok untuk surfer profesional maupun pemula.

Bahkan di Pantai Wedi Awu tersedia Joni Surf Camp yang menawarkan paket belajar selancar lengkap dengan papan dan tenda, sehingga wisatawan tidak perlu membawa peralatan sendiri.

Bagi pencinta wisata bawah laut, spot snorkeling terbaik berada di Teluk Kletekan yang tak jauh dari Pantai Bolu-bolu. Air lautnya jernih dengan visibilitas hingga kedalaman tujuh meter, memungkinkan wisatawan melihat terumbu karang dan ikan warna-warni langsung dari permukaan.

Daya tarik lain dari kawasan ini adalah Air Terjun Banyuanjlok yang lokasinya persis di tepi pantai, lengkap dengan gua dan kolam alami di sekitarnya. Kombinasi pantai, tebing, dan air terjun dalam satu jalur inilah yang membuat konsep beach hopping di Bowele terasa unik dibandingkan dengan destinasi pantai selatan Malang lainnya.

Baca Juga: Bukan Raja Ampat, Ini Pantai Gatra Malang Selatan yang Keindahannya Serasa Surga!

Wisatawan juga dapat bermalam di sejumlah homestay warga setempat dengan tarif mulai dari seratus lima puluh ribu rupiah per malam.

Desa ini juga menawarkan kuliner khas berupa olahan lobster dan ikan bakar (seperti tongkol dan kakap), hingga sayuran khas pedesaan, serta oleh-oleh berupa keripik pisang dan kopi lokal.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
desa wisata bowele tirtoyudo snorkeling malang surfing malang pantai malang selatan