BATU, RADAR BATU – Malang menyimpan banyak medan petualangan yang jauh dari kesan wisata mainstream. Sejumlah gunung dan pantai di wilayah ini menawarkan tantangan nyata, mulai dari jalur pendakian yang curam hingga kondisi laut dengan arus kuat yang hanya cocok untuk penyelam berpengalaman.
Salah satunya adalah Gunung Anjasmoro yang berada pada ketinggian 2.282 meter di atas permukaan laut. Guning ini tersebar di beberapa wilayah termasuk Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Gunung ini masih jarang dikunjungi, menjadikannya pilihan tepat untuk pendaki yang menyukai tantangan dan suasana sunyi
Baca Juga: Berangkat Tak Izin Orang Tua, 2 Remaja Ditemukan Meninggal Saat Mendaki di Gunung Bismo
Bagi pendaki yang mencari opsi lebih menantang secara fisik, Gunung Butak bisa jadi jawaban. Meski jalur pendakiannya cukup menantang, semuanya terbayar saat sampai di puncak dengan ketinggian 2.868 mdpl, di mana pendaki bisa melihat Gunung Arjuno dan samudra awan.
Waktu terbaik untuk mendaki adalah pagi hari agar bisa menikmati momen matahari terbit di antara awan.
Petualangan ekstrem di Malang tidak berhenti di darat. Di kawasan pesisir selatan, Pantai Bolu-bolu dikenal sebagai salah satu titik menyelam favorit, selain Tiga Warna dan Kondang Merak. Namun, menyelam di sini tidak disarankan bagi pemula karena arus laut dalam yang mengalir cukup kuat.
Yang tak kalah unik adalah fenomena di Pantai Sipelot, Kecamatan Tirtoyudo. Di sana terdapat air terjun bernama Coban Pitu dengan ketinggian sekitar 10 – 12 meter yang airnya mengalir langsung ke pasir pantai, dan untuk mencapainya, pengunjung harus menyeberang menggunakan perahu nelayan dari bibir pantai utama.
Keempat titik ini menunjukkan bahwa potensi wisata ekstrem Malang jauh lebih luas dan dapat dieksplor bagi pencinta gunung atau laut.
Akses yang sulit dan minimnya publikasi membuat lokasi-lokasi ini masih relatif asli, namun di sisi lain juga menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengunjunginya. Kesiapan fisik, perlengkapan yang memadai, serta pemandu lokal menjadi kunci utama sebelum menjelajahi keempat destinasi ini.
Editor : Aditya NovrianSumber : dikelola dari berbagai sumber