BATU, RADAR BATU - Momentum libur sekolah kembali mengerek kunjungan wisata ke Kota Batu. Hingga 12 Juli, jumlah wisatawan tercatat mencapai 362.661 orang selama periode liburan sejak 22 Juni lalu. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Sebab, data yang masuk ke Dinas Pariwisata (Disparta) baru sekitar 30,38 persen dari total pelaku usaha pariwisata.
Data sementara tersebut dihimpun dari 90 hotel dan jasa akomodasi serta 49 daya tarik wisata (DTW) di Kota Batu. Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif. Menurutnya, jumlah kunjungan riil kemungkinan jauh lebih tinggi. Pasalnya, masih banyak pelaku usaha yang belum menyampaikan laporan.
“Kami optimistis angka kunjungan masih akan terus bertambah seiring masuknya laporan dari seluruh pelaku usaha pariwisata,” ujarnya. Sektor daya tarik wisata menjadi penyumbang terbesar kunjungan. Hingga saat ini, total wisatawan yang tercatat mengunjungi berbagai destinasi mencapai 332.019 orang.
Rata-rata kunjungan harian sekitar 4.810 wisatawan. Disparta memperkirakan kenaikan kunjungan di destinasi wisata mencapai 27,32 persen dibanding periode normal. Selain objek wisata, sektor akomodasi juga menikmati dampak positif. Selama periode yang sama, jumlah tamu hotel tercatat 29.850 orang dengan rata-rata okupansi mencapai 63,19 persen.
BACA JUGA: Desa Wisata Rintisan di Kota Batu, Potensi Tersembunyi yang Belum Banyak Diketahui
Onny menilai tingginya okupansi menunjukkan Kota Batu masih menjadi destinasi favorit wisata keluarga. Karena itu, ia meminta seluruh pelaku usaha tetap menjaga kualitas pelayanan, kebersihan, dan aspek keselamatan pengunjung. “Tingginya tingkat hunian hotel menjadi indikator minat wisatawan untuk berlibur di Kota Batu masih sangat baik,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) itu mengimbau seluruh pengelola hotel, penginapan, maupun destinasi wisata rutin menyampaikan laporan kunjungan. “Pelaporan yang rutin akan membantu kami memetakan perkembangan sektor pariwisata sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” pungkas Onny. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan