Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Desa Wisata Rintisan di Kota Batu, Potensi Tersembunyi yang Belum Banyak Diketahui

Aqila Sahira Dewi • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:00 WIB
Petik stroberi di Desa Wisata Pandanrejo adalah salah satu wisata yang sudah naik kelas status Desa Wisata Rintisan . (Istimewa)
Petik stroberi di Desa Wisata Pandanrejo adalah salah satu wisata yang statusnya sudah naik kelas menjadi Desa Wisata Rintisan. (Istimewa)

BATU, RADAR BATU – Kota Batu tidak melulu soal Jatim Park, Museum Angkut, atau Mikutopia yang sudah jadi lokasi wajib bagi wisatawan. Di balik gemerlap wahana modern itu, ternyata masih ada desa wisata rintisan yang menyimpan potensi besar tapi belum dikenal luas, bahkan oleh warga Kota Batu sendiri.

Dinas Pariwisata Kota Batu menggelar Fun Trip Desa Wisata pada pertengahan Mei 2026 sebagai agenda tahunan untuk mengenalkan destinasi alam baru kepada publik. Kegiatan ini mengundang para kreator konten se-Malang Raya untuk menjelajahi rute-rute baru, termasuk kawasan pendakian Gunung Bokong, Butak, dan Panderman.

Pejabat Fungsional Dinas Pariwisata Kota Batu, Katarina Diana Rahmani, mengungkapkan bahwa sejumlah destinasi yang dipilih tahun ini sebetulnya sudah banyak dikenal oleh wisatawan di luar Kota Batu.

Baca Juga: Wisatawan Membludak, tetapi Belanja Makin Irit, PHRI Sebut Tren Liburan di Batu Berubah

Ironisnya, masyarakat lokal justru belum banyak yang menyadari potensi wisata alam di sekitar mereka sendiri. Program ini juga digagas untuk mendukung promosi UMKM lokal sekaligus menciptakan paket wisata alternatif di luar destinasi buatan yang selama ini mendominasi.

Secara definisi, desa wisata rintisan adalah desa yang memiliki potensi wisata, namun masih terbatas dari segi infrastruktur, jumlah kunjungan, hingga kesadaran masyarakat akan potensi yang mereka punya.

Desa semacam ini umumnya masih membutuhkan pendampingan dari pemerintah maupun pihak swasta agar pengelolaannya bisa lebih profesional, mulai dari pembentukan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis sampai pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan.

Contoh nyata di Kota Batu adalah Desa Wisata Pandanrejo yang berada di lereng Gunung Arjuno dan Panderman. Desa ini menawarkan aktivitas outbound, rafting, paintball, hingga tubing bagi pengunjung, dan Desa Wisata Sidomulyo terkenal sebagai pusat agrowisata bunga terbesar di Batu. Pengunjung dapat menjelajahi Kampung Sakura, melihat aneka tanaman hias, dan menikmati suasana pedesaan.

Baca Juga: Sepekan, 138 Ribu Pelancong Serbu Kota Wisata, Disparta Prediksi Puncak Libur Sekolah Baru Terjadi Akhir Pekan Depan

Menariknya, pengembangan Desa Wisata Pandanrejo bahkan sudah dikaji secara akademik melalui penelitian ilmiah yang membahas strategi Badan Usaha Milik Desa dalam mendorong Pandanrejo naik kelas dari status rintisan.

Fenomena desa wisata rintisan yang belum banyak terekspos ini sebenarnya menjadi cermin dari tantangan diversifikasi produk wisata di Kota Batu, yang selama ini cenderung bertumpu pada destinasi buatan modern. 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari berbagai sumber
desa wisata rintisan wisata alam kota batu desa wisata