BATU, RADAR BATU - Tren mengabadikan momen lewat photobooth kini menjadi daya tarik baru di Alun-Alun Kota Batu. Bukan hanya menghadirkan pengalaman berfoto yang unik, bisnis kreatif ini juga menjadi sumber pendapatan menjanjikan. Satu gerai mampu meraup omzet Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per hari, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Salah satu yang ramai diserbu pengunjung adalah Photomate.id Newspaper. Gerai ini menawarkan konsep foto dengan cetakan menyerupai halaman depan koran berukuran A3. Konsep tersebut mulai diperkenalkan pada 2024. Namun baru mengalami lonjakan peminat sejak awal 2025.
Kru Photomate.id Saskia Viana Mahartika mengatakan lokasi Alun-Alun Kota Batu menjadi pasar yang potensial. Sebab, menjadi titik singgah utama bus wisata. Mayoritas pelanggannya rombongan pelajar yang sedang mengikuti kegiatan study tour. “Sekitar 80 persen pelanggan kami rombongan sekolah, sisanya pasangan,” ujarnya.
BACA JUGA: OTT KPK Bupati Sukoharjo Etik Suryani: Diduga Terlibat Pemerasan
Konsep koran berukuran besar ini, kata dia, memberi pengalaman berbeda dibanding photobooth biasa. Keunggulan lain terletak pada kapasitas bilik yang mampu menampung hingga 20 orang dalam satu sesi. Tarif yang dipatok Rp 30 ribu untuk cetakan pertama dan Rp 15 ribu untuk cetakan tambahan.
Pada hari biasa, Photomate.id melayani sekitar 20 hingga 25 sesi foto. Saat akhir pekan, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 38 sesi dengan omzet mencapai Rp 700 ribu per hari. Selama musim liburan sekolah, jumlah pengunjung disebut naik lebih dari 20 persen dibanding hari normal.
BACA JUGA: Habis Minum Kopi Susu Malah Bolak-balik ke Kamar Mandi? Ini Penyebab Aslinya!
Di lokasi yang sama, Photospace juga menikmati tren serupa. Gerai ini menawarkan konsep photobooth klasik dengan hasil cetak strip foto ukuran 4R. Kru Photospace Candra Permana mengatakan usaha tersebut beroperasi sejak pukul 11.00. Pengunjung disediakan berbagai properti seperti topi, bando, dan kacamata untuk memperkaya hasil foto.
Berbeda dengan konsep koran, Photospace membatasi satu sesi untuk lima hingga enam orang. Komposisi pelanggannya lebih beragam, mulai pasangan, rombongan pelajar, hingga kelompok pertemanan. “Photobooth viral di media sosial. Orang ingin membawa pulang kenangan dalam bentuk foto fisik sekaligus membagikannya di media sosial,” ucapnya.
Dengan tarif Rp3 0 ribu per cetakan, Photospace melayani sekitar 40 hingga 50 pengunjung setiap hari. Pendapatan hariannya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Ruang publik kini tidak hanya menjadi tempat berkumpul. Namun, juga berkembang menjadi ruang ekonomi kreatif yang memanfaatkan tren fotografi dan media sosial. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan