BATU, RADAR BATU - Area kuliner di Lantai 3 Zona 3 Pasar Induk Among Tani terus berbenah untuk menggaet pengunjung. Pedagang membangun kawasan tematik berisi miniatur 19 rumah adat Nusantara dan 12 kios berkonsep Ibu Kota Nusantara (IKN). Progres pembangunan kini telah mencapai sekitar 90 persen.
Seluruh proyek dibiayai secara swadaya oleh paguyuban pedagang. Konsep tersebut disiapkan untuk menarik wisatawan sekaligus menjadi ruang edukasi bagi pelajar yang berkunjung ke Kota Batu.
Ketua Paguyuban Lantai 3 Zona 3 Kinun Aurima mengatakan setiap bangunan rumah adat menghabiskan anggaran sekitar Rp 3,5 juta. Satu bangunan dibagi menjadi dua kios, sehingga biaya pembangunan per kios sekitar Rp 2 juta.
Menurutnya, konsep itu sengaja dipilih agar pasar memiliki daya tarik berbeda dibanding pusat kuliner lainnya. Selain berburu makanan, pengunjung juga dapat mengenal keberagaman budaya Indonesia.
"Konsep ini kami bangun agar memiliki daya tarik, khususnya untuk kegiatan outing class sekolah. Kami berharap wisatawan yang menuju maupun pulang dari Kota Batu bisa menyempatkan mampir sehingga keramaian tidak hanya terpusat di beberapa kios," ujarnya.
BACA JUGA: Sering Lupa Materi Kuliah? Menulis Tangan Terbukti Lebih Ampuh Pertajam Memori
Kinun berharap konsep tersebut mampu mengatasi ketimpangan jumlah pengunjung antarzona di lantai tiga. Selama ini, tidak semua kios menikmati arus pembeli yang sama.
Wakil Ketua Paguyuban Lantai 3 Zona 3 Nanang Burudarmawan menambahkan kawasan itu juga dilengkapi zona bertema IKN. Sebanyak 12 kios dibangun dengan desain yang terinspirasi dari pusat pemerintahan baru Indonesia.
BACA JUGA: PT Pindad Bangun Pabrik Amunisi Baru di Batulicin Kalimantan Selatan, Ini Tujuannya
“Perpaduan rumah adat dan konsep IKN kami harapkan menjadi pengalaman baru bagi pengunjung. Jadi, yang dijual bukan hanya kuliner, tetapi juga nilai edukasi dan suasana yang berbeda,” katanya.
Melalui konsep tersebut, paguyuban optimistis Pasar Among Tani dapat menjadi salah satu destinasi persinggahan wisatawan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di lantai tiga. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan