Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

30 Menit dari Kota Batu, Tiga Kuliner Legendaris Malang Ini Masih Ramai Diburu Pengunjung 

Sekar Hayyu W. • Minggu, 31 Mei 2026 | 01:30 WIB
Toko Oen Malang (Google Maps @Henry Kurniawan)
Toko Oen Malang (Google Maps @Henry Kurniawan)

BATU, RADAR BATU – Jarak Kota Batu dan Kota Malang yang hanya sekitar 20 hingga 30 menit perjalanan membuat banyak warga Batu kerap menghabiskan waktu di pusat Kota Malang. Selain berbelanja atau sekadar berjalan-jalan, wisata kuliner menjadi salah satu alasan banyak orang datang ke kawasan tersebut.

Menariknya, di tengah menjamurnya restoran dan kafe modern, sejumlah tempat makan legendaris masih bertahan dan terus menarik pelanggan dari berbagai generasi. Bahkan, beberapa di antaranya telah berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka. Berikut tiga kuliner legendaris di Malang yang masih ramai diburu pengunjung.

Baca Juga: Makan Siang Bersama Keluarga Di Cafe Lumintu Pujon, Bisa Petik Strawberry Juga!

Warung Sate Gebug

Berusia lebih dari satu abad, Warung Sate Gebug menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan di Kota Malang. Tempat makan yang berdiri sejak 1920 ini dikenal dengan sate sapi berukuran besar dan tekstur daging yang empuk.

Keunikan sate di tempat ini terletak pada potongan dagingnya yang lebih tebal dibanding sate pada umumnya. Pengunjung dapat memilih sate dengan lemak maupun tanpa lemak sesuai selera. Selain sate, tersedia pula menu lain seperti rawon, soto, sop, dan tempe yang tak kalah diminati pelanggan. Resep yang dipertahankan selama puluhan tahun menjadi alasan mengapa tempat ini tetap ramai hingga sekarang.

Warung Sate Gebug berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tempat ini buka setiap Sabtu hingga Kamis pukul 08.00-16.30 WIB.

Depot Hok Lay

Tak sedikit warga Batu yang sengaja meluangkan waktu ke Malang untuk mencicipi kuliner legendaris yang satu ini. Depot Hok Lay dikenal sebagai salah satu tempat makan yang sudah lama menjadi favorit wisatawan maupun warga lokal.

Menu andalannya berupa cwie mie, lomie, lunpia, dan bakso yang memiliki cita rasa khas. Namun yang membuat banyak pengunjung penasaran adalah es fosco yang disajikan menggunakan botol kaca bergaya Coca-Cola jadul. Selain itu, tersedia pula limun

Linggardjati dengan berbagai pilihan rasa yang menjadi pelengkap pengalaman kuliner di tempat ini.

Depot Hok Lay berada di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 10, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tempat ini buka setiap Rabu hingga Senin pukul 09.00-13.30 WIB dan 17.00-19.30 WIB.

Toko Oen Malang

Bagi warga Batu yang ingin merasakan suasana Malang tempo dulu, Toko Oen bisa menjadi destinasi yang menarik untuk disinggahi. Berdiri sejak 1930, tempat ini masih mempertahankan nuansa klasik bergaya kolonial yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Meski dikenal sebagai salah satu toko es krim tertua di Malang, Toko Oen juga menyajikan beragam menu makanan yang cocok dinikmati bersama keluarga. Mulai dari steak, nasi goreng, lumpia, gado-gado, hingga sop buntut tersedia di tempat ini. Perpaduan suasana lawas dan cita rasa yang tetap bertahan membuat Toko Oen masih menjadi tujuan wisata kuliner lintas generasi.

Toko Oen berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB.

Baca Juga: Menikmati Makan Siang di Ayam Bakar Pak D Karangploso Sepulang dari Wisata

Ketiga tempat makan tersebut membuktikan bahwa cita rasa yang konsisten mampu bertahan melewati perubahan zaman. Tak heran jika hingga kini, warga Malang maupun Batu masih menjadikannya sebagai tujuan kuliner saat ingin menikmati rasa yang sudah teruji puluhan tahun.

Editor : Aditya Novrian
#malang #legendaris #ramai #akhir pekan #kuliner