BUMIAJI - Lonjakan wisata saat libur Lebaran mendorong kunjungan agrowisata petik stroberi di Kota Batu meningkat tajam. Dalam periode Lebaran tahun ini, jumlah pengunjung menembus 200-300 orang per hari, atau naik hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Pada hari normal, kunjungan rata-rata hanya berkisar 100 orang. Kenaikan signifikan mulai terasa sejak hari kedua Lebaran dan bertahan hingga akhir masa libur. Pemilik agrowisata Yeni Rahmawati menyebut tingginya animo tidak lepas dari efek viral di media sosial.
BACA JUGA: Walhi Soroti Krisis Tata Ruang Bumiaji Penyebab Banjir Luapan
“Peminatnya meningkat, bisa 200 sampai 300 orang setiap hari,” ujarnya. Bahkan di luar puncak liburan, jumlah kunjungan tetap stabil di kisaran 100 orang per hari. Tingginya minat wisatawan memetik buah langsung dari kebun membuat stok stroberi cepat habis.
Kondisi ini memaksa pengelola menerapkan strategi buka-tutup lahan. Kebun dibuka selama dua hari, lalu ditutup satu hari untuk memberi waktu buah kembali matang. “Dengan sistem itu, pengunjung tetap bisa mendapatkan buah yang layak petik,” kata Yeni.
BACA JUGA: Harga Bahan Pokok di Kota Batu Mulai Turun Pasca-Lebaran
Kebijakan tersebut berdampak pada sebagian pengunjung yang harus kembali karena kebun tutup. Namun, langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pengalaman wisata sekaligus ketersediaan buah.
Di tengah tingginya permintaan, faktor cuaca ekstrem tidak terlalu berdampak pada produksi. Bahkan, tanaman baru menghasilkan buah berukuran lebih besar dengan tingkat kerusakan yang minim.
BACA JUGA: DPRD Soroti Kebocoran PAD, Pajak Vila hingga Parkir Jadi Target Baru Dongkrak Pendapatan Batu
Salah satu pengunjung asal Mojokerto Hamim Ivany mengaku tertarik karena pengalaman memetik langsung yang jarang ditemui di daerahnya. “Suasananya juga dingin, itu jadi nilai tambah,” ujarnya.
Lonjakan ini menegaskan agrowisata berbasis pengalaman tetap menjadi magnet kuat saat musim liburan. Namun, pengelolaan stok dan ritme panen menjadi kunci agar lonjakan kunjungan tidak berujung pada penurunan kualitas layanan. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan