Berita Terbaru Ekonomi & Bisnis Kesehatan Kriminal Lifestyle Malang Raya Nusantara Olahraga Opini Pemilu 2024 Pendidikan Peristiwa Sosok Teknologi Wisata & Kuliner

Libur Lebaran Telah Usai, Data Kunjungan Wisata ke Kota Batu Baru 42,82 Persen

Rori Dinanda Bestari • 2026-03-30 12:30:33
JUJUGAN WISATAWAN: Beberapa wisatawan menaiki wahana unta di Batu Love Garden saat libur Lebaran beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
JUJUGAN WISATAWAN: Beberapa wisatawan menaiki wahana unta di Batu Love Garden saat libur Lebaran beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

 

BATU - Akurasi data kunjungan wisata Lebaran di Kota Batu masih belum tercapai. Hingga kemarin (29/3), jumlah wisatawan yang tercatat baru 150.796 orang, sementara proses rekapitulasi belum tuntas. Keterlambatan pelaporan dari pelaku usaha pariwisata menjadi kendala utama.

Data yang masuk baru mencapai 42,82 persen dari keseluruhan laporan yang ditargetkan. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara. “Datanya masih dinamis. Kami masih menunggu laporan dari pengelola destinasi dan akomodasi,” ujarnya.

BACA JUGA Tabrakan Tiga Kendaraan di Jalan Pattimura Kota Batu Berakhir Damai

Dari data sementara, kunjungan ke destinasi wisata mendominasi dengan 118.254 orang. Sementara sektor akomodasi baru mencatat sekitar 32.524 wisatawan. Ketidaksinkronan antara data lapangan dan laporan tertulis membuat proses rekap berjalan lambat. Padahal, pola kunjungan tahun ini cenderung tidak biasa.

Puncak kunjungan justru terjadi lebih awal, yakni pada 18 Maret dengan 14.542 wisatawan. Lonjakan dipicu momentum cuti bersama Hari Raya Nyepi. “Pergerakan wisatawan tahun ini tidak linier. Ada pergeseran pola kunjungan,” kata Onny.

BACA JUGA Seluruh Jemaah Umrah Asal Kota Batu Pulang dengan Selamat di Tengah Konflik Timur Tengah

Fluktuasi kunjungan juga dipengaruhi perbedaan waktu Idulfitri pada 20 dan 21 Maret. Sempat terjadi penurunan saat puncak ibadah, sebelum kembali naik mendekati 10 ribu wisatawan pada 22 Maret.

Dinamika ini dinilai perlu terdokumentasi secara cepat dan akurat. Keterlambatan pelaporan menjadi catatan penting bagi pengelolaan pariwisata ke depan. Tanpa data yang presisi, pemerintah akan kesulitan menyusun strategi promosi dan evaluasi kebijakan.

BACA JUGA Silpa Kota Batu Sebesar Rp126 Miliar Jadi Sorotan dalam Rapat Paripurna

Karena itu, sinergi dengan pelaku usaha dinilai krusial. Selain mengandalkan laporan manual, pemerintah juga mulai mengoptimalkan pemantauan melalui mobile data positioning untuk meningkatkan akurasi data kunjungan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
#kunjungan wisata #Batu Love Garden