Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Destinasi Mikutopia Banjir Kritik Wisatawan, Nihil Smoking Area Jadi Sorotan Publik

Rori Dinanda Bestari • Minggu, 29 Maret 2026 | 14:10 WIB
NAIK DAUN: Sejumlah wisatawan memadati kawasan wisata Mikutopia, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu. FIKA AGHNIA RAHMA/FREELANCE RADAR MALANG
NAIK DAUN: Sejumlah wisatawan memadati kawasan wisata Mikutopia, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

 

BATU - Wahana wisata anyar bertajuk Mikutopia di Kota Batu tengah menjadi destinasi favorit wisatawan selama libur Lebaran tahun ini. Meski sukses menyedot puluhan ribu pengunjung selama masa uji coba, destinasi itu justru banjir kritik tajam di media sosial. Salah satu poin krusial yang dikeluhkan pengunjung adalah absennya fasilitas khusus merokok atau smoking area di area wisata.

Keluhan tersebut mencuat seiring dengan tingginya antusiasme keluarga yang membawa anak-anak ke lokasi yang digadang-gadang instagramable ini. Menurut pantauan wartawan koran ini di lokasi pada 19 Maret lalu, kenyamanan pengunjung cilik terancam karena banyak orang dewasa yang merokok sembarangan di tengah kerumunan. Tidak adanya zonasi yang jelas membuat asap rokok mengepul bebas di area bermain yang padat.

BACA JUGA Struktur Dagang Kota Masih Ditopang Pasar Domestik, Gejolak Global dan Ongkos Logistik Memaksa Eksportir Menggeser Market

Seorang pengunjung melalui akun Instagram @cinfung mengungkapkan keresahannya terkait minimnya aturan dan pengawasan petugas di lapangan. Ia menyayangkan suasana wisata yang ramah anak tapi justru terpapar polusi asap rokok dari pengunjung lain. "Banyak anak kecil di sini, tapi tidak ada area khusus untuk merokok. Ini sangat mengganggu kenyamanan," tulisnya.

Keresahan serupa juga disuarakan oleh akun @renniyyta yang menekankan pentingnya regulasi ketat mengenai larangan merokok di seluruh area wahana. Menurutnya, manajemen harus tegas menetapkan titik tertentu jika memang ingin mengakomodasi perokok agar tidak mencemari udara di wahana bermain. “Jengkel aku, area mainan anak-anak sek kober rokokan (masih sempat merokok). Gak jadi refreshing malah sesek napas,” tulisnya.

BACA JUGA Volume Sampah Lebaran di Kota Batu Tembus 50 Ton Per Hari

Penambahan tempat sampah, pemasangan garis pembatas antrean, hingga penyediaan smoking area yang representatif menjadi tuntutan utama pengunjung. Terpisah, Manajer Operasional Mikutopia Panji Akbar Ramadhani mengaku pihaknya memang baru menambah empat  smoking room per 27 Maret lalu.

Ia mengaku sebelumnya ada kendala dari vendor yang belum menyanggupi penyelesaian pembangunan hingga masa uji coba operasional hingga wisata resmi dibuka. “Empat smoking room itu berada di greenhouse dua ruangan dan dua lainnya di luar greenhouse,” ungkapnya.

BACA JUGA Ekspor Kota Batu Masih Mini, Rp20 Miliar Perdagangan Ternyata Hanya Antar Pulau

Panji juga membenarkan adanya kritikan di media sosial terkait ketiadaan area merokok. Meski kini sudah tersedia, ia menyebut fasilitas tersebut masih kurang representatif untuk disebut sebagai smoking room. Pasalnya, ruangan belum sepenuhnya tertutup dan belum punya pembatas permanen dari pengunjung di luar area.

“Vendor menyanggupi pekan depan empat ruangan ini sudah siap dengan fasilitas pendukung selayaknya smoking room sekaligus berproses menambah sarana dan prasarana di sana,” pungkasnya. (Fika Aghnia Rahma/ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#mikutopia #libur lebaran 2026 #wisata kota batu