KOTA BATU – Musim mahasiswa baru di Kota Batu selalu penuh cerita. Bagi banyak pendatang, awal perkuliahan identik dengan hawa dingin yang menusuk, terutama saat malam hari. Kota yang berada di dataran tinggi ini memang terkenal sejuk, bahkan sampai bikin mahasiswa baru harus cepat beradaptasi.
Nah, di tengah suasana dingin yang khas musim maba, kuliner hangat seperti angsle jadi pilihan tepat. Minuman tradisional Jawa Timur ini berisi kacang tanah, mutiara, roti tawar, ketan, petulo, dan disiram kuah jahe manis yang bikin badan langsung terasa hangat.
Buat mahasiswa baru, semangkuk angsle bukan hanya sekadar makanan, tapi juga jadi teman melewati dinginnya malam setelah padat aktivitas kampus. Nah, berikut beberapa rekomendasi angsle di Kota Batu yang wajib kamu coba.
- Ronde & Tahwa Karsa Husada
Kalau sering menghabiskan waktu di sekitar Alun-Alun Batu, kios kecil satu ini bisa jadi tujuan pertama. Letaknya hanya sekitar lima menit berjalan kaki dari alun-alun, berada di pertigaan jalan dengan kios berwarna kuning terang yang langsung mencuri perhatian.
Tempatnya memang tidak besar, hanya cukup untuk sekitar 12 orang, tapi suasananya nyaman. Penyajian angsle dilakukan di depan kios sehingga kamu bisa melihat langsung prosesnya. Rasanya enak, porsinya pas, dan cocok sekali untuk menghalau dingin malam musim maba. Alamatnya ada di Jl. Ahmad Yani, Ngaglik.
- Angsle Ronde Tahwa 13 Pak Gendot
Kalau mencari penjual kaki lima yang legendaris, Pak Gendot jawabannya. Sudah lebih dari sepuluh tahun berjualan, angslenya jadi favorit masyarakat sekitar. Harga mulai Rp7.000 jelas ramah di kantong mahasiswa baru, apalagi porsinya lumayan mengenyangkan.
Warung kecil ini bisa ditemui di kawasan Jl. Wukir No.66 A, Temas. Biasanya ramai saat malam, kecuali hari Rabu karena tutup. Di tengah dingin musim maba, menikmati semangkuk angsle hangat di sini bikin badan langsung segar kembali.
- Angsle Ronde Sam Aris
Bagi mahasiswa baru yang suka keliling alun-alun, coba geser sedikit ke arah Jl. Semeru No.46, Sisir. Di depan sebuah rumah, ada gerobak sederhana milik Sam Aris. Kursinya hanya beberapa, tapi rasa angslenya bikin betah.
Manisnya pas, petulonya lembut dan kenyal—beda dari angsle kebanyakan. Harganya hanya Rp7.000, sangat cocok untuk kantong maba yang ingin hemat. Dinginnya malam musim maba langsung sirna begitu menyeruput kuah jahe hangat dari Sam Aris.
- Warung Angsle Ronde Putu Buk Nur
Kalau lebih suka tempat yang luas dan bisa datang rame-rame bareng teman kost, Warung Buk Nur jadi pilihan pas. Lokasinya ada di kawasan Jl. Agus Salim, Sisir, cukup strategis dengan area parkir yang aman. Angslenya enak, porsi besar, manisnya pas, dan harganya murah.
Suasana warungnya juga mendukung untuk nongkrong lama. Cocok untuk mahasiswa baru yang ingin melepas lelah setelah seharian mengikuti kegiatan kampus, sambil berbagi cerita bersama teman baru.
- Angsle Ronde Bang Sholeh
Kalau ingin merasakan cita rasa legendaris, datanglah ke angsle Bang Sholeh. Konon, angsle di sini sudah ada sejak tahun 90-an dan sampai sekarang masih jadi favorit. Ketan gurih, kuah manis yang hangat, dan porsinya yang pas bikin banyak orang kembali lagi.
Lokasinya mudah ditemui di kawasan Batu, sering jadi jujukan wisatawan sekaligus warga lokal. Yang bikin spesial bukan hanya rasanya, tapi juga dedikasi penjualnya yang sudah mempertahankan resep sejak lama. Bagi mahasiswa baru, menyantap angsle Bang Sholeh di malam musim maba bisa jadi pengalaman kuliner yang autentik.
Musim mahasiswa baru di Batu memang terkenal dengan udara malam yang dingin, tapi justru itulah yang bikin kuliner seperti angsle semakin istimewa. Semangkuk angsle bisa jadi teman setia untuk menghangatkan badan, mengisi perut, dan menciptakan momen kebersamaan dengan teman baru. Jadi, kalau kamu baru menapaki kehidupan kampus di Kota Batu, jangan lupa sempatkan diri untuk berburu angsle. Dijamin, dinginnya musim maba terasa lebih hangat dan penuh kenangan. (ys)
Editor : A. Nugroho