KOTA BATU – Buat sebagian orang, liburan ke Batu identik dengan wisata alam seperti Coban Rondo, Jatim Park, atau sekadar jalan santai di Alun-Alun. Tapi, ada satu hal yang sering terlupakan: kuliner tradisionalnya. Salah satunya adalah nasi pecel. Meski terdengar sederhana, kombinasi sayuran segar, bumbu kacang gurih, dan pelengkap renyah seperti rempeyek, selalu sukses bikin perut kenyang sekaligus hati bahagia.
Uniknya, di Batu ada banyak warung pecel legendaris yang masing-masing punya ciri khas tersendiri. Mulai dari bumbu yang manis gurih, tekstur kacang yang halus atau agak kasar, hingga cara penyajian yang bikin makan terasa lebih nikmat. Kalau kamu lagi mampir ke Kota Batu dan bingung mau sarapan atau makan siang apa, beberapa rekomendasi nasi pecel ini wajib banget dicoba.
- Pecel Mak Tum
Bayangkan suasana pagi di Alun-Alun Batu: udara sejuk, hiruk pikuk pedagang kaki lima, serta aroma kuliner khas Jawa Timur yang menyeruak. Di salah satu sudut selatan alun-alun, ada Pecel Mak Tum yang jadi favorit warga dan wisatawan untuk sarapan.
Dengan harga Rp10.000–Rp15.000 saja, kamu bisa menyantap nasi hangat dengan siraman bumbu pecel yang gurih dan pas di lidah, ditambah lauk pilihan seperti tempe, tahu, atau telur. Lokasinya yang strategis membuat Pecel Mak Tum sering jadi "pit stop" sebelum memulai aktivitas seharian. Rasanya sederhana, tapi justru itu yang bikin banyak orang kembali lagi.
- Pecel Restu
Kalau ngomongin warung pecel legendaris, Pecel Restu wajib masuk daftar. Sudah buka sejak tahun 1990-an, warung tenda sederhana ini tetap bertahan hingga sekarang dengan pelanggan dari berbagai kalangan. Letaknya di Jalan Agus Salim, tepat di timur SMPN 1 Batu. Suasana warungnya mungkin sederhana, hanya berupa tenda di tepi jalan, tapi justru itulah daya tariknya: terasa autentik.
Selain nasi pecel yang terkenal murah meriah, kamu juga bisa mencoba tahu lontong dan tahu telor yang nggak kalah juara. Banyak orang bilang, yang bikin Pecel Restu berbeda adalah bumbu kacangnya yang ringan namun tetap kaya rasa, sehingga cocok dimakan kapan saja.
- Nasi Pecel Bu Tutik
Kalau kamu tipe orang yang suka suasana ramai di pagi hari, Nasi Pecel Bu Tutik adalah jawabannya. Setiap pagi, tempat ini selalu dipadati pembeli yang rela antre demi sepiring pecel dengan bumbu kacang khas dan lauk tambahan seperti bakwan, telur, atau tahu.
Banyak orang sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan, karena warung ini sering habis sebelum siang. Lokasinya dekat pusat kota, jadi mudah ditemukan untuk kamu yang sedang jalan-jalan di sekitar Alun-Alun Batu. Suasananya hangat, khas warung pagi yang riuh tapi menyenangkan, bikin makan pecel terasa lebih nikmat.
- Pecel Pincuk Yu Kanti
Kalau biasanya pecel disajikan di piring, di sini kamu bisa menikmatinya di atas pincuk daun pisang yang harum. Pecel Pincuk Yu Kanti memang punya gaya khas Madiun: bumbu kacangnya lebih kental, sedikit pedas, dan aromanya menggugah selera. Lokasinya ada di Jalan Imam Bonjol No. 13, dekat Lippo Plaza Batu.
Keunggulan lain Yu Kanti adalah jam bukanya yang panjang, mulai pukul 06.00 pagi hingga 19.00 malam. Jadi, kalau kamu kelewatan sarapan, pecel ini masih bisa jadi pilihan makan siang atau sore. Kombinasi rasa pedas-gurih dengan aroma daun pisang membuat pengalaman makan di sini lebih autentik.
- Warung Pecel Madiun Amin 2
Kalau ingin tempat makan pecel dengan pilihan menu yang lebih beragam, Warung Pecel Madiun Amin 2 bisa jadi tujuan. Tidak hanya menyajikan pecel dengan bumbu kacang segar buatan langsung, warung ini juga punya menu gule kambing dan rawon daging yang rasanya tidak kalah nikmat. Lokasinya ada di Jalan Suropati, Ngaglik, Kecamatan Batu, dengan kapasitas duduk cukup banyak sehingga nyaman untuk makan siang bersama keluarga atau rombongan teman.
Pecelnya sendiri terkenal dengan bumbu yang terasa pekat dan rempeyek jumbo sebesar piring yang bikin puas banget. Porsinya melimpah, bikin perut kenyang maksimal, apalagi kalau disantap di jam makan siang. Ditambah pelayanan yang ramah, nggak heran kalau warung ini jadi favorit banyak orang yang liburan ke Batu.
Nasi pecel memang bukan kuliner mewah, tapi justru di situlah pesonanya. Ia selalu berhasil jadi "comfort food" yang bikin kangen, apalagi kalau disantap di kota berhawa sejuk seperti Batu. Dari Pecel Mak Tum yang ramai di alun-alun, Pecel Restu yang legendaris, sampai Pecel MT yang terkenal murah meriah, semuanya menawarkan pengalaman makan yang berbeda namun sama-sama bikin puas. (ys)
Editor : A. Nugroho