BATU – Kota Batu tak hanya dikenal dengan pesona alam dan udaranya yang sejuk. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Nurochman, kota ini juga tengah menegaskan diri sebagai destinasi wisata inklusif dan ramah disabilitas. Komitmen kuat untuk memberikan akses setara bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, kini mulai terlihat nyata di berbagai sudut kota.
Tak sekadar wacana, Pemkot Batu gencar membangun fasilitas dan infrastruktur yang menjamin kemudahan akses bagi difabel. Salah satu bentuk keseriusannya adalah dengan memperkuat program Batu Ramah Difabel, serta membangun pusat pelatihan dan pemberdayaan difabel bernama Rumah Shining Disabilitas (SHINDI) di Kecamatan Bumiaji.
Baca Juga: Area PKL Alun-Alun Kota Wisata Batu Bakal Jadi Zona KHAS Tahun Ini
Sejumlah destinasi wisata favorit di Kota Batu kini telah dilengkapi fasilitas aksesibilitas, mulai dari jalur kursi roda, toilet khusus difabel, hingga staf yang terlatih dalam memberikan bantuan. Berikut enam rekomendasi tempat wisata ramah disabilitas yang wajib dikunjungi di tahun 2025:
Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo & Museum Satwa)
Destinasi edukatif ini menyediakan jalur kursi roda yang rata dan lebar, serta toilet difabel di berbagai titik. Kursi roda bisa dipinjam secara gratis, dan pengunjung dengan keterbatasan fisik dapat menikmati seluruh area dengan mudah. Interaksi dengan satwa dan wahana edukatif tetap aman dan nyaman bagi siapa pun.
Museum Angkut
Museum transportasi terbesar di Indonesia ini punya jalur akses luas, lift ramah difabel, toilet khusus, hingga parkir dekat pintu masuk. Jalur pameran yang landai memungkinkan penyandang disabilitas mengeksplorasi koleksi kendaraan dari berbagai zaman tanpa hambatan berarti.
Eco Green Park
Mengusung tema edukasi lingkungan, Eco Green Park menyuguhkan taman hijau dengan akses jalur landai dan toilet ramah difabel. Wahana edukatif dapat diakses oleh semua kalangan, dengan staf yang siap membantu pengunjung berkebutuhan khusus.
Taman Selecta
Sebagai taman bunga legendaris, Selecta menyediakan jalur kursi roda menyeluruh, toilet dan kolam renang yang dapat diakses difabel, serta area parkir dekat pintu masuk. Taman ini sangat cocok untuk wisata keluarga dengan suasana yang tenang dan nyaman.
Batu Night Spectacular (BNS)
Meski beberapa wahana masih perlu penyesuaian, BNS telah menyediakan jalur kursi roda dan toilet difabel di area utama. Hiburan malam penuh lampu dan atraksi kini makin ramah bagi pengunjung dengan keterbatasan fisik.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih Tempat! Ini Destinasi Wisata yang Sebaiknya Dihindari Saat Long Weekend
Alun-Alun Kota Batu
Sebagai ruang publik utama, Alun-Alun Batu terus dibenahi. Jalur pedestrian lebar, area duduk dan taman bisa diakses kursi roda dengan bantuan. Meski tingkat aksesibilitas masih 48,11% menurut evaluasi 2024, Pemkot Batu terus meningkatkan fasilitas ramah difabel di lokasi ini.
Tak hanya itu, Pemkot Batu juga aktif berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pekerjaan Umum untuk memastikan proyek-proyek pembangunan baru memenuhi standar aksesibilitas universal. Inisiatif ini juga didukung oleh pelatihan vokasional dan pemberdayaan ekonomi bagi komunitas difabel lokal.
Meski masih ada pekerjaan rumah dalam mewujudkan inklusivitas total, langkah progresif yang diambil Kota Batu menunjukkan arah yang jelas: menjadi kota wisata yang setara untuk semua. Dengan perpaduan keindahan alam dan kebijakan yang inklusif, Batu bukan hanya tempat liburan—tapi juga simbol komitmen terhadap keadilan akses. (my)
Editor : A. Nugroho