Dulu Digugat, Kini Gandeng Label Musik: AI Suno Mulai Berdamai dengan Musisi

Raya Amartya • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:00 WIB
Suno ai logo
Suno ai logo

BATU, RADAR BATU – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kembali masuk ke industri musik. Suno, platform AI yang dapat membuat lagu hanya melalui perintah pengguna, kini mulai mengambil langkah baru dengan menggandeng sejumlah perusahaan musik besar.

Pada 9 September 2026, Suno memperkenalkan generasi terbaru teknologi mereka melalui Suno v6. Model tersebut dikembangkan bersama sejumlah perusahaan industri musik seperti Warner Music Group, BMG, dan Believe.

Langkah ini menjadi cukup menarik karena Suno sebelumnya justru menghadapi berbagai masalah hukum terkait cara AI mereka mempelajari musik. Sejumlah perusahaan musik dan musisi menuding Suno menggunakan karya berhak cipta untuk melatih sistem AI tanpa izin.

Baca Juga: Kebiasaan Mendengarkan Musik saat Belajar, Kenali Dampaknya

Kini, Suno mencoba mengambil jalan yang berbeda. Melalui kerja sama dengan pemegang hak musik, perusahaan tersebut mulai menggunakan materi yang telah dilisensikan dalam pengembangan model barunya. Suno juga menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah menuju produk yang dapat memberikan kesempatan bagi musisi untuk ikut serta dan mendapatkan keuntungan dari perkembangan AI.

Warner Music Group bahkan melihat perkembangan ini sebagai peluang munculnya sumber pendapatan baru bagi musisi dan penulis lagu. Jika sebelumnya musik menghasilkan uang ketika didengarkan atau dibeli, perkembangan AI membuka kemungkinan musik juga menghasilkan pendapatan melalui proses penciptaan dengan teknologi tersebut.

Meski begitu, masalah antara AI dan musisi belum benar-benar selesai. Pada akhir Agustus, musisi seperti Jason Isbell dan David Lowery masih menggugat Suno karena dituduh menggunakan identitas serta kemiripan gaya musisi tanpa persetujuan. Di Kanada, organisasi hak musik SOCAN juga baru mengajukan gugatan terhadap Suno pada awal September.

Perubahan yang dilakukan Suno menunjukkan bahwa hubungan antara AI dan industri musik mulai memasuki babak baru. Dari yang sebelumnya saling berhadapan karena persoalan hak cipta, kini keduanya mulai mencoba mencari cara untuk bekerja sama.

Namun, apakah kerja sama tersebut benar-benar bisa membuat AI dan musisi hidup berdampingan, masih menjadi pertanyaan yang belum selesai.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : berbagai sumber
Artifical Intelligence musik teknologi ai