BATU, RADAR BARU - Bagaimana jika anda menonton program televisi tentang menangkap seorang predator yang mengincar anak dibawah umur? Film yang berjudul ‘Primetime’ disutradarai oleh Lance Oppenheim ini terinspirasi program televisi yang pernah ramai di Amerika yaitu ‘To Catch A Predator.’ Diperankan oleh Robert Pattinson sebagai Chris Hansen.
Kita semua mengenal Robert Pattinson dengan karakter ikonik yang pernah ia perankan. Salah satunya, Robert Pattinson dikenal sebagai Edward Cullen dari film ‘Twilight.’ Tetapi sekarang dia sering kali mencoba mengambil peran hanya untuk para audiens melupakan dirinya sebagai Edward Cullen. Mulai dari berperan sebagai di film-film indie, dari ‘Goodtime’ hingga ‘The Lighthouse’ Hingga yang belakangan cukup ikonik, ia memerankan sebagai Batman pada film ‘The Batman’
Baca Juga: Top 5 Film Thriller yang Wajib Kamu Lihat Sekali Seumur Hidup!
Film trilogi Twilight bisa dikatakan sebagai blessing dan curse bagi Robert Pattinson. Dari film itu, karirnya terbang melejit keatas. Tetapi, orang-orang belum bisa move on akibat karakter yang dimainkan oleh Robert Pattinson itu sangat melekat dengan dirinya. Maka dari itu, dia mencoba menjauh dari film Blockbuster untuk sementara waktu. Ia memainkan peran-peran pada film yang secara komersial lebih kecil dibanding film-film lainnya. Dengan demikian, dirinya berhasil menunjukan bahwa dia sebagai aktor memiliki range yang cukup jauh. Tidak hanya bermain karakter yang tipikal saja.
Titik berbaliknya para audiens sadar bahwa dia bukanlah sekedar Edward Cullen adalah film The Batman. Dirinya kembali memainkan film franchise besar, tetapi ia sudah menunjukan ke para audiens bahwa dia lebih dari sekedar Edward Cullen.
Namun, menariknya, Robert Pattinson kembali mengambil peran yang cukup berbeda melalui film ‘Primetime.’ Kali ini, ia memerankan karakter yang terinspirasi dari Chris Hansen, seorang pembawa acara yang dikenal melalui program ‘To Catch A Predator.’ Peran ini kembali menunjukan bagaimana Pattinson terus mencoba mengeksplorasi karakter-karakter yang jauh dari image Edward Cullen yang sudah melekat pada dirinya selama bertahun-tahun.
Jika dilihat kembali, perjalanan karir Robert Pattinson sebenarnya cukup menarik. Ia tidak sepenuhnya meninggalkan film-film besar, tetapi ia juga tidak membiarkan dirinya terjebak hanya dalam film blockbuster. Setelah membangun kembali reputasinya melalui berbagai film dengan karakter yang lebih kompleks, ia akhirnya bisa kembali ke film franchise besar seperti ‘The Batman’ tanpa harus terus dibandingkan dengan Edward Cullen.
Hal tersebut juga menunjukan bahwa mungkin Robert Pattinson tidak benar-benar sedang berusaha untuk membuat para audiens melupakan Edward Cullen. Sebaliknya, ia sedang membangun sebuah identitas baru sebagai seorang aktor. Edward Cullen mungkin akan selalu menjadi salah satu karakter yang paling dikenal dari dirinya, tetapi karakter tersebut tidak lagi menjadi satu-satunya hal yang mendefinisikan Robert Pattinson.
Seorang aktor memang tidak bisa sepenuhnya mengontrol bagaimana audiens mengingat dirinya. Bagi sebagian orang, Robert Pattinson akan selalu menjadi Edward Cullen. Bagi sebagian lainnya, ia adalah Batman, aktor dalam film-film indie, atau bahkan karakter yang ia perankan dalam ‘Primetime.’ Namun, mungkin justru di situlah keberhasilan Pattinson dalam membangun kembali karirnya. Ia tidak perlu menghapus Edward Cullen dari ingatan para audiens. Ia hanya perlu membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi lebih dari karakter tersebut.
Dan setelah bertahun-tahun mencoba keluar dari bayang-bayang seorang vampire yang jatuh cinta, Robert Pattinson akhirnya berada di posisi dimana ia tidak lagi harus membuktikan siapa dirinya sebagai seorang aktor. Ia bisa menjadi Edward Cullen, Batman, maupun karakter lain yang sama sekali berbeda, dan semuanya tetap menjadi bagian dari Robert Pattinson.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber