BATU, RADAR BATU - Suraji (44), salah satu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Rabu (21/10/2026).
Dikutip dari Liputan6.com, Suraji masih membutuhkan alat bantu pernapasan atau ventilator akibat luka bakar serius, infeksi berat, dan komplikasi pada paru-parunya.
Staf Humas RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, menjelaskan bahwa tim medis masih berfokus menangani infeksi serta kondisi pasien yang membutuhkan pemantauan intensif.
Penanganan yang diberikan meliputi tambahan protein melalui infus dan pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi. Suraji sebelumnya menjalani operasi pada Jumat (16/10/2026).
Baca Juga: Karhutla Kota Batu Hanguskan Puluhan Hektar Lahan Hijau, Reboisasi Disiapkan
Sementara itu, JPNN Jatim melaporkan bahwa Suraji mengalami luka bakar sekitar 49 persen dari luas permukaan tubuhnya. Kondisi tersebut membuatnya masih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di kawasan TNBTS, wilayah Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026). Sejumlah petugas dan relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman terjebak dalam kobaran api dan asap.
Insiden tersebut melibatkan enam orang. Lima di antaranya meninggal dunia, sedangkan Suraji menjadi satu-satunya korban yang masih menjalani perawatan.
Hingga Rabu (21/10/2026), Suraji masih membutuhkan penanganan medis intensif untuk mengatasi dampak luka bakar dan komplikasi yang dialaminya.
Editor : Aditya N. RianSumber : jpnn jatim, wartabromo, IDN Times, Liputan 6