BATU, RADAR BATU - Sebanyak 20 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kota Batu sepanjang sepuluh bulan terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 9,86 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan, kebakaran terbaru terjadi kemarin (14/10) sekitar pukul 01.00. Api membakar kawasan hutan produksi pinus di Petak 82 RPH Pujon Selatan (Payung 3), Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.
Baca Juga: Kampung Ambon Digerebek Lagi, Tiga Kali dalam Sepekan
Luas area yang terbakar masih dalam proses pendataan. “Kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran serasah yang ditinggalkan tanpa pengawasan, sehingga bara api merambat ke area hutan produksi dan membakar vegetasi di sekitarnya,” ujarnya.
Dalam kejadian itu, satu unit sepeda motor milik warga yang membantu pemadaman turut terbakar. Petugas segera melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Penyisiran dan pemantauan kemudian dilakukan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Baca Juga: Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota dan Wawali Ziarah ke Makam Mbah Batu dan Mbah Patok
Petugas juga membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas. Sehari sebelumnya, Selasa (13/10) sekitar pukul 14.00, kebakaran lahan seluas sekitar satu hektare terjadi di Dusun Payan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji.
Menurut Suwoko, kebakaran tersebut juga diduga dipicu aktivitas pembakaran ranting dan serasah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Tiupan angin kencang membuat api merambat tak terkendali hingga membakar rumpun bambu di sekitarnya.
Rentetan kejadian itu mendorong BPBD Kota Batu kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara membakar. Api dari pembakaran sisa vegetasi dapat dengan mudah merambat, terutama saat angin kencang seperti sekarang.
Editor : Fajar Andre Setiawan