Kenapa Cuaca Terasa Makin Panas Akhir-Akhir Ini? Ini Kata BMKG

Nara Amelia • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:17 WIB
Ilustrasi cuaca terik menyengat. Foto: Polres Pesawaran
Ilustrasi cuaca terik menyengat. Foto: Polres Pesawaran

BATU, RADAR BATU - Cuaca panas yang terasa menyengat saat beraktivitas di luar ruangan kerap membuat masyarakat cepat gerah dan tidak nyaman. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari, tutupan awan, serta kondisi atmosfer di suatu wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, suhu panas yang dirasakan masyarakat Indonesia pada periode tertentu berkaitan dengan gerak semu matahari. Pada Oktober, posisi semu matahari bergerak ke selatan ekuator sehingga sejumlah wilayah Indonesia dapat menerima penyinaran matahari yang intens.

Baca Juga: Fenomena Langka: Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi Basah Mengancam Indonesia Bersamaan

Dalam kondisi langit cerah dengan sedikit awan, radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi. Akibatnya, permukaan tanah dan bangunan menyerap panas, lalu memengaruhi suhu lingkungan di sekitarnya.

Meski begitu, kondisi cuaca di setiap daerah dapat berbeda. Ketinggian wilayah, tutupan awan, kelembapan, dan karakteristik lingkungan turut memengaruhi suhu yang terukur maupun panas yang dirasakan tubuh.

Mengapa Panas Terasa Lebih Menyengat?

Ada beberapa faktor yang membuat cuaca terasa sangat panas, meskipun suhu udara yang tercatat tidak selalu mencapai angka ekstrem.

Pertama, paparan sinar matahari langsung. Ketika berada di bawah terik matahari, tubuh menerima radiasi matahari selain panas dari udara di sekitarnya. Karena itu, kondisi di ruang terbuka dapat terasa lebih menyengat dibandingkan di tempat teduh.

Baca Juga: Blackout Batam dan Sumatra Jadi Peringatan, Ini 7 Persiapan yang Bisa Dilakukan

Kedua, kelembapan udara. Saat kelembapan tinggi, keringat lebih sulit menguap dari permukaan kulit. Padahal, penguapan keringat membantu tubuh melepaskan panas. Akibatnya, udara dapat terasa lebih gerah.

Ketiga, minimnya tutupan awan. Langit yang cerah memungkinkan lebih banyak radiasi matahari mencapai permukaan bumi. Area perkotaan dengan banyak permukaan beton dan aspal juga dapat menyimpan panas, sehingga lingkungan terasa lebih terik.

Apakah Cuaca Panas Ini Termasuk Gelombang Panas?

BMKG mengingatkan bahwa cuaca panas yang menyengat tidak otomatis dapat disebut gelombang panas atau heatwave.

Gelombang panas memiliki kriteria meteorologis tertentu, termasuk suhu maksimum yang melampaui ambang batas klimatologis setempat selama beberapa hari berturut-turut. Sementara itu, cuaca panas di Indonesia dapat terjadi akibat siklus tahunan gerak semu matahari dan kondisi atmosfer.

Baca Juga: Tiga Kali Diperpanjang, Samarinda Masih Berstatus Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla

Karena itu, penentuan apakah suatu wilayah mengalami gelombang panas perlu mengacu pada data pengamatan suhu dan analisis meteorologi, bukan hanya berdasarkan sensasi panas yang dirasakan masyarakat.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
cuaca panas cuaca terik bmkg matahari