BATU, RADAR BATU - Bahan bakar minyak (BBM) kembali kembali sulit di dapatkan di sekitar Kota Batu dan Malang. Sempat ada antrian mengular di sejumlah SPBU dari pagi hingga sore, Kamis (8/10) dan Jumat (9/10).
Adanya keterbatasan stok BBM ini, telah ditanggapi oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dengan terus menyesuaikan pola pengiriman berdasarkan kebutuhan.
“Kebutuhan BBM masyarakat Malang Raya, termasuk Kota Batu menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan,” ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mengutip laman TimesIndonesia (9/10).
Jadwal pengiriman BBM di akhir pekan direncanakan ditingkatkan menjadi empat ritase, ditambah dari sebelumnya tiga ritase di hari Kamis, (8/10) yang kedatangannya sekitar pukul 01.00, 07.00, dan 13.00 WIB.
Distribusi tersebut dilakukan secara bertahap oleh Pertamina dari Surabaya ke area Malang Raya. Fuel Terminal Malang Raya juga dipastikan buka 24 jam untuk melancarkan penyalurannya.
“Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Sementara pengiriman ketiga mencakup Pertamax dan Pertalite,” ujar Ahad, TimesIndonesia (9/10).
“Selain itu, Fuel Terminal Malang beroperasi selama 24 jam untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM," imbuhnya, TimesIndonesia (9/10).
Untuk September 2026, Rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 72,085 kiloliter. Situasi kelangkaan BBM akhir-akhir ini juga mengosongkan stok para pengecer, sehingga membingungkan pengendara dan berakhir terpaksa membeli Pertamax Turbo.
“Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 72,085 kiloliter. Untuk itu, kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM serta pelayanan di SPBU tetap terjaga,” ungkap Ahad, RRI (9/10).
Ahad pun menghimbau agar masyarakat menggunakan BBM secara bijak, serta menghubungi Call Center Pertamina 135 jika ada kendala layanan.
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : diolah dari berbagai sumber