BATU - Empat kebakaran lahan dan rumpun bambu terjadi di wilayah Kota Batu dalam sehari pada Selasa lalu (6/10). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat kejadian tersebut berlangsung di Desa Pesanggrahan, Sumberejo, Gunungsari, dan Mojorejo. Dua di antaranya diduga dipicu pembakaran serasah yang menyisakan bara.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 10.00 di Petak 228 A RPH Oro-Oro Ombo, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Kepala BPBD Kota Batu Suwoko mengatakan, api diduga berasal dari pembakaran serasah yang masih menyisakan bara. Bara tersebut kemudian kembali memicu api hingga merambat ke kawasan hutan pinus.
Baca Juga: Perokok Dominasi Pasien Gawat Darurat Jantung di Kota Batu
Luasan lahan hutan produksi yang terbakar diperkirakan 0,5 hektare atau 5.000 meter persegi. Penanganan dilakukan melalui kaji cepat, koordinasi dengan pihak terkait, pemadaman manual, dan pembuatan sekat bakar untuk mencegah api meluas. Sekitar 2,5 jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Dusun Santrean RT 03/RW 04, Desa Sumberejo.
Api diduga berasal dari pembakaran ranting atau serasah bambu yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Tiupan angin kencang membuat api merambat ke rumpun bambu yang belum terbakar. “Sekitar 0,25 hektare atau 2.500 meter persegi lahan rumpun bambu terdampak,” kata Suwoko.
Baca Juga: DPRD Kota Batu Panggil Dinas Soal Izin PT Esa
Tim kemudian melakukan pemadaman manual dan membuat sekat bakar untuk mengendalikan perambatan api. Tidak ada korban dalam dua kejadian tersebut. Kebakaran kembali terjadi pada malam hari. Di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, sekitar 25 meter persegi rumpun bambu terbakar.
Sementara di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, kebakaran menghanguskan sekitar 50 meter persegi rumpun bambu. Tim BPBD bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), relawan, dan warga melakukan penanganan dengan mengendalikan titik api. Tujuannya agar tidak merambat ke vegetasi maupun lingkungan sekitar.
Editor : Fajar Andre Setiawan