Eksploitasi Air Sumberpitu Sebabkan Kekeringan Sawah Kab Malang, Janji Embung Ditagih

Khansa Kamila • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 08:26 WIB
Draft foto para petani Kota Malang dikunjungi mantan Presiden Joko Widodo 2021 lalu. Sumber: Facebook/jokowidodo
Draft foto para petani Kota Malang dikunjungi mantan Presiden Joko Widodo 2021 lalu. Sumber: Facebook/jokowidodo

MALANG, RADAR BATU - Sejumlah lahan petani di Kecamatan Pakis dan Tumpang mengalami kekeringan dahsyat akibat eksploitasi air Sumberpitu.

Pengambilan air secara gratis yang tidak terkontrol oleh PDAM Kota Malang, atau yang sekarang adalah Perumda Tugu Tirta menuai polemik lantaran janji pembuatan embung untuk kompensasinya belum terjalankan. 

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang, Zia’ul Haq mengungkapkan bahwa kemarahan warga akan terus terjadi jika Perumda Tugu Tirta tidak segera memenuhi janjinya. 

“Polemik seperti ini akan muncul terus tiap musim kemarau, sebab saat itu petani demo ke gedung dewan, saya yang menerimanya,” ujar Zia, mengutip laman Tribunnews (7/10). 

“Saat itu PDAM Kota Malang siap membuatkan embung, Namun kalau diingkari, ya, pasti terjadi gejolak kembali,” imbuhnya, Tribunnews (7/10). 

Janji pembuatan embung tersebut sudah dibicarakan sejak demo para petani enam tahun lalu pada 2019, sebagai kompensasi penampungan air untuk pengaliran ke irigasi sawah nantinya. Namun, selalu hanya menjadi harapan palsu hingga saat ini. 

Jika dilihat dari gambaranya, debit air penyedotan oleh PDAM Malang bisa mencapai 150 m3 yang setara dengan 30 truk tangki 5.000 liter. Volume tersebut dapat mencukupi kebutuhan sekitar 500 kepala keluarga dengan rata-rata lima anggota keluarga setiap harinya. 

Sekitar ribuan hektare lahan petani di wilayah Malang Timur terdampak. Alhasil, fungsi lahan terpaksa dialihkan dengan penanaman pisang klutuk atau pisang Batu yang tidak butuh air sebanyak padi. 

“Ingat ya, para petani itu bukan tidak punya air. Namun, sejak PDAM Kota Malang ikut mengambil air di Sumberpitu mulai 2015, sawah mereka kekeringan,” ungkap Zia, Tribunnews (7/10).

Menurut Zia, badan usaha air milik daerah tersebut sebaiknya segera memenuhi kompensasi yang telah lama dijanjikan.

“Makanya, Deirektur PDAM yang baru saat ini tidak boleh tidak paham itu,” imbuhnya, Tribunnews (7/10). 

 

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : diolah dari berbagai sumber
kekeringan eksploitasi air sumber pitu kompensasi embung pdam