600 Meter Persegi Hutan Panderman Kota Batu Terbakar

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:00 WIB
KARHUTLA: Petugas gabungan memadamkan api dalam peristiwa Karhutla di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kemarin (5/10). (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)
KARHUTLA: Petugas gabungan memadamkan api dalam peristiwa Karhutla di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kemarin (5/10). (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kota Batu. Kali ini, kobaran api melalap sekitar 600 meter persegi kawasan hutan produksi Gunung Panderman di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu kemarin pagi (5/10) pukul 09.22.

Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Oro-Oro Ombo Winarto mengatakan, kebakaran diduga dipicu faktor alam. Cuaca panas disebut dapat memicu gesekan antarpohon atau rumpun bambu hingga menimbulkan api.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 06 Oktober: Suhu Puncak 25 Derajat, Angin Kencang 34,1 Km/Jam Siang Hari

Kawasan yang terbakar merupakan tanaman pinus. Area tersebut juga kerap dimanfaatkan warga Toyomerto untuk mencari rumput sebagai pakan ternak. Petugas gabungan kemudian melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode ilaran dan daun-daunan.

Hal itu bertujuan untuk memutus suplai oksigen ke titik api. Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 12.00. Kondisi medan dan jauhnya sumber air membuat petugas tidak mengandalkan penyemprotan air secara langsung.

Baca Juga: Simak! Jadwal Salat Kota Batu 6 Oktober 2026

Setelah api padam, lokasi masih menyisakan batang-batang lapuk dan kepulan asap. Petugas memastikan tidak ada kobaran yang kembali membesar. Namun, dugaan penyebab kebakaran belum sepenuhnya terang.

Kepala Dusun Toyomerto Ahmad Dhani membuka kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Dia menduga pola kebakaran dapat mengarah pada aktivitas pembakaran rumput gajah yang kemudian merembet.

Baca Juga: Ngopi Sore di Batu? Kopi Pean Punya Banyak Pilihan Menu dengan Interior Retro-Jawa

Kemungkinan lain, kata dia, api berasal dari aktivitas pembakaran warga yang tidak terkendali. “Belum diketahui secara jelas hingga akhirnya Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pesanggrahan mendapati api sudah menyebar,” papar Dhani.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko mengatakan, kejadian di Panderman menambah daftar karhutla dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di Desa Gunungsari dan Sumberejo.

Baca Juga: Ada Kopi Pasir Turki di Sewaktu Coffee Batu, Ngopi Sambil Lihat View Pegunungan Bumiaji

“Dipastikan seluruh kejadian berskala kecil dan berhasil ditangani langsung oleh tim gabungan secara manual,” beber Suwoko. Menurutnya, penanganan kebakaran di Toyomerto relatif lebih mudah dibandingkan kawasan Buthak.

Sebab, medan di Buthak lebih sulit karena berupa tebing dan jurang. Sebagai langkah antisipasi, pengelola hutan rutin memberikan penyuluhan kepada warga setiap malam Jumat di sela kegiatan tahlilan di Dusun Dresel dan Toyomerto.

Baca Juga: Pemilik Warung di Sisir Kota Batu Dilaporkan atas Dugaan Pemalsuan Data

Edukasi tersebut dilakukan bersama tiga LMDH, yakni LMDH Pesanggrahan, Tlekung, dan Dresel. Pertemuan lanjutan juga akan digelar untuk memetakan kondisi kebakaran hutan di kawasan tersebut. Kegiatan itu melibatkan pengelola wisata, BPBD, kepolisian sektor (Polsek) sekitar, dan Komando Rayon Militer (Koramil) setempat. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
panderman karhutla kota batu