BATU, RADAR BATU - Pendakian di Pegunungan Kawi resmi ditutup sejak 9 September lalu. Penutupan dilakukan karena proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di ratusan hektare kawasan pegunungan.
Petugas Basecamp Pendakian Dimas Suryo mengatakan, penutupan ditetapkan berdasarkan surat pemberitahuan dari Asosiasi Pos Pendakian Pegunungan Kawi Malang-Blitar. Penutupan berlaku untuk jalur pendakian Gunung Butak, Panderman, dan Bokong.
“Penutupan berlaku sejak 9 September sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” ujarnya. Menurut Dimas, hingga kini belum ada pendaki yang nekat datang ke lokasi. Pembaruan informasi yang rutin dibagikan secara online membuat calon pendaki tertib mematuhi aturan penutupan.
Baca Juga: New Wisata Wendit Malang, Destinasi Legendaris yang Kini Tampil Lebih Modern - Radar Batu
“Kami selalu berjaga di basecamp. Pemadaman masih terus dilakukan dan tim dari pos pendakian juga setiap hari ke sana untuk pemantauan,” kata dia. Dalam kondisi normal, kawasan tersebut rata-rata dikunjungi sekitar 1.000 pendaki setiap bulan. Pendaki Gunung Butak minimal berusia 18 tahun.
Sementara, pendaki Gunung Panderman dan Bokong tidak dibatasi usia. Namun, pendaki di bawah 18 tahun wajib didampingi orang berpengalaman. Sebagian besar pendaki berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dengan harga tiket masuk Rp 25 ribu per orang, penutupan total otomatis menghentikan pemasukan pengelola basecamp.
Selain itu, warga lokal yang menggantungkan ekonomi dari wisata pendakian pun kehilangan pendapatan. Meski demikian, aktivitas di pos pendakian tidak sepenuhnya lumpuh. Pengelola tetap menyiagakan petugas untuk memantau situasi darurat. Sebagian warga yang biasa ngojek pangkalan atau buka warung terpaksa beralih profesi sementara waktu.
“Warga di sini rata-rata balik mengurus ladang mereka atau fokus dengan ternaknya. Sambil menunggu situasi di gunung stabil,” kata Dimas. Fokus tim pos pendakian bersama pihak berwenang memastikan pemadaman karhutla tuntas. Aktivitas pendakian baru dapat dibuka kembali setelah kondisi kawasan dinyatakan aman.
Editor : Fajar Andre Setiawan