BATU, RADAR BATU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Kawinajang terus meluas. Dari sekitar 400 hektare pada 11 September, luasan kebakaran kini mencapai lebih dari 500 hektare hingga kemarin (14/9). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim kembali mengerahkan water bombing untuk pemadaman.
Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko mengatakan, water bombing sebenarnya direncanakan sejak Minggu lalu (13/9). Namun, penerbangan tidak memungkinkan karena angin bertiup kencang. “Sampai pukul 08.30, sudah dua kali dilakukan pemadaman dengan water bombing,” ujarnya.
Kelik menyebut, karhutla kali ini merupakan kejadian ketiga. Titik api kembali muncul pada 12 September sekitar pukul 10.00. Dia belum dapat memastikan penyebabnya. Namun, api diperkirakan berasal dari bara sisa kebakaran yang belum sepenuhnya padam. Kondisi tersebut diperparah hembusan angin kencang dan suhu panas.
“Bara kembali menyala dan api menjalar ke kawasan sabana di antara Gunung Butak dan Kawinajang. Luasan kebakaran sementara sudah lebih dari 500 hektare,” imbuhnya. Pemadaman melibatkan unsur kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), BPBD, Perhutani, dan instansi terkait.
Kapolres Batu AKBP Dr Aris Purwanto mengatakan, jajarannya telah berstatus siaga darurat sejak 30 Agustus.Titik api masih terpantau hingga Minggu malam. Dia meminta personel mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama operasi. “Dalam pelaksanaan tugas, personel harus mengetahui jalur, cuaca, serta medan di lokasi,” ungkapnya.
Aris mengatakan informasi valid mengenai lokasi titik api harus dipetakan. Tujuannya agar mampu mengambil langkah tepat untuk mencegah meluasnya kebakaran. Aris juga menginstruksikan BPBD, Perhutani, dan instansi terkait bergerak cepat mengantisipasi pergerakan api.
Baca Juga: Terlilit Utang, Perempuan Asal Lumajang Bobol Rumah Kosong di Bumiaji Batu - Radar Batu
Penjagaan di posko penanggulangan diperketat untuk mencegah warga naik ke kawasan hutan selama proses pemadaman. Ps Kasi Humas Polres Batu M. Huda Rohman menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan wilayah perbatasan.
Sebab, arah angin berpotensi membawa dampak ke wilayah Kabupaten Malang dan Blitar. “Kami juga mengimbau masyarakat sekitar hutan untuk tidak beraktivitas di dalam kawasan hutan demi keamanan bersama selama proses penanganan karhutla berlangsung,” pungkasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan