ATU, RADAR BATU – Perayaan karnaval sound horeg yang meriah mendadak menjadi tragis usai tewasnya seorang kru muda sound horeg berinisial ZA di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Korban diketahui tewas usai bertugas pada acara karnaval pada Minggu (2/8/2026) sore.
Usai bertugas pada karnaval di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, ZA diduga kelelahan dan memilih tidur disela-sela sound horeg dibagian atas truk saat armada akan bertolak pulang.
Kemudian, saat truk sound horeg tersebut berjalan melalui Jalan Raya Jember-Bondowoso, terdapat gapura di sisi barat jalan raya. Saat truk bergerak memasuki gapura, kepala ZA terbentur bagian fasad gapura desa yang melintang rendah. Akibat tertidur pulas, ZA tak dapat menghindari fasad gapura tersebut dan menimbulkan benturan keras di kepalanya.
Baca Juga: Pemkot Batu Minta Karnaval Kemerdekaan Angkat Budaya Lokal, Bukan Adu Sound Horeg
Kerasnya benturan tersebut menyebabkan luka parah di bagian kepala korban hingga membuat ZA tewas ditempat.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Arjasa, Ipda Mustaqim Romli, turut menyampaikan kronologi kecelakaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa benturan tersebut tak terhindarkan saat armada sound horeg melewati gapura.
"Karena soundnya tinggi, saat melintasi gapura desa, korban kesampluk (terbentur) gapura," ujar Romli.
Baca Juga: Karnaval Tetap Pakai Sound Horeg, tapi Bukan Lagi Jadi Atraksi Utama
Adapun pihak keluarga ZA memilih tidak membawa kematian ZA pada proses hukum. Pihak keluarga menilai kematian ZA sebagai peristiwa kecelakaan.
Di sisi lain, pihak kepolisian turut berpesan pada masyarakat untuk memetik pelajaran dari kecelakaan tersebut. Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam merayakan Hari Kemerdekaan RI dan tidak merayakannya secara berlebihan.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber