Dari 102 Jadi Separuhnya, Titik-Titik Kritis Sumber Air Brantas yang Kian Menyusut

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Sungai Brantas
Sungai Brantas (Google Maps/Mohamad Ansori)

BATU, RADAR BATU  –  Sungai Brantas menjadi urat nadi kehidupan bagi jutaan warga di 14 kabupaten dan kota di Jawa Timur, mengalir sepanjang 320 kilometer dari Kota Batu hingga bermuara di Surabaya. Namun di balik perannya yang vital, kondisi hulu sungai ini justru terus memprihatinkan.

Berdasarkan data yang pernah diungkap mantan Gubernur Jatim Soekarwo pada 2016, dari 102 titik mata air yang tercatat di Desa Sumber Brantas, Kota Batu, kini tersisa sekitar 57 sumber saja. Angka ini menunjukkan penyusutan hampir separuh dalam kurun waktu tertentu.

Tren penyusutan ini sebenarnya sudah terlihat lebih panjang. Perum Jasa Tirta I mencatat pada 2005 masih ada sekitar 200 titik sumber mata air di kawasan konservasi Arboretum Sumber Brantas. Jumlah itu terus menyusut menjadi 150 titik pada 2011, sebelum akhirnya turun tajam pada pertengahan dekade berikutnya.

Baca Juga: Susur Sungai di Kota Batu Sisir 109 Titik Rawan Bendung Alam

Penyebab utama penyusutan ini adalah alih fungsi hutan lindung menjadi lahan pertanian apel, kentang, dan sayur, terutama di Kecamatan Bumiaji. Erosi dari lahan pertanian tersebut turut menyebabkan sedimentasi yang memperparah kondisi Sungai Brantas di bagian hulu.

Selain soal kuantitas sumber air, kualitasnya juga ikut terdampak. Debit air yang menurun membuat sungai lebih rentan tercemar oleh limbah rumah tangga, industri, hingga limbah pertanian sepanjang aliran menuju hilir.

Upaya mitigasi terus dilakukan pemerintah daerah. Pada Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Batu menyelesaikan pembersihan 109 titik rawan sumbatan di enam kawasan hulu DAS Brantas, sebagai langkah antisipasi banjir bandang saat musim hujan tiba.

Perum Jasa Tirta I bersama Kementerian Lingkungan Hidup juga menggencarkan program konservasi di Arboretum Sumber Brantas, termasuk penanaman pohon untuk menjaga daya resap kawasan hulu agar sumber air tidak semakin kritis.

Baca Juga: Wisata Pulau Lusi Sidoarjo, Camping Ground Alami di Tengah Sungai Porong

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Krisis Air DAS Brantas sumber air kota batu sungai brantas