BATU, RADAR BATU – Menghadapi ancaman kekeringan, karhutla, dan gerakan tanah, masyarakat Desa Giripurno, Kota Batu, mulai memperkuat mitigasi berbasis lingkungan. Salah satunya melalui penanaman vegetasi di lahan seluas 500 hektare serta pemasangan early warning system (EWS) di kawasan lereng Gunung Arjuno.
Desa Tangguh Bencana (Destana) Giripurno baru diluncurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 5 Agustus lalu. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan ketangguhan desa tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi bencana. Namun, juga dari upaya masyarakat mengurangi risiko sebelum bencana terjadi.
Baca Juga: Selain Kawah Bromo, Ini 3 Spot Alam di Malang yang Tak Kalah Memesona - Radar Batu
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penanaman pohon alpukat di lahan seluas 500 hektare. Pemilihan alpukat tidak hanya mempertimbangkan nilai ekonomi. Sistem perakarannya dinilai dapat membantu mencengkeram tanah saat hujan deras, sementara buahnya dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.
Selain penghijauan, pemerintah juga memasang EWS untuk memberikan peringatan dini apabila muncul potensi gerakan tanah di kawasan lereng Gunung Arjuno.
Editor : Fajar Andre Setiawan