BATU, RADAR BATU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Kota Batu. Potensi itu seiring prediksi kemarau yang lebih Panjang tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan sejumlah kawasan rawan. Lereng Gunung Arjuno-Welirang jadi wilayah paling berisiko. Sebab, memiliki riwayat kebakaran besar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan status siaga darurat karhutla telah diberlakukan sebagai langkah antisipasi.
Pengalaman kebakaran besar pada 2019 dan 2023 menjadi dasar penguatan kesiapsiagaan.
“Historis kejadian terbesar memang berada di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, sehingga menjadi focus pengawasan,” ujarnya. Karhutla 2023 tercatat sebagai yang terbesar. Luas lahan yang terbakar mencapai 5.094 hektare. Di antaranya meliputi kawasan Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto.
Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan padang savana. Tahun ini, kebakaran sempat terjadi di kawasan rumpun bambu di Jalan Raya Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, pada 10 Juli lalu. Api menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan.
Baca Juga: BPBD Waspadai Karhutla Gunung Arjuno-Welirang, Kebakaran 5.094 Hektare Jadi Alarm
Namun, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum meluas. “Tahun ini ada kebakaran lahan, tetapi tidak meluas. Bisa segera dipadamkan oleh tim Tahura, Perhutani, BPBD, dan masyarakat,” kata Gatot.
Kepala BPBD Kota Batu Suwoko menjelaskan hasil asesmen menunjukkan kebakaran diduga dipicu pembakaran sisa ranting dan bambu kering yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Angin kencang membuat api cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya.
“Begitu menerima laporan masyarakat, kami Bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman sehingga api tidak meluas,” ujarnya. Ia mengimbau warga tidak membakar sisa ranting, bambu, atau vegetasi kering. Khususnya saat cuaca panas dan berangin.
Baca Juga: Kebakaran di Pabrik Tisu Sun Mojokerto Berhasil Dipadamkan dengan 27 Unit Mobil Pemadam
Warga juga diminta segera melapor jika menemukan potensi kebakaran. Tujuannya agar penanganan bisa dilakukan cepat. Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta Masyarakat ikut memperkuat pencegahan melalui patrol di kawasan rawan dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Masyarakat juga diimbau mengelola sampah dengan baik. Sampah berkaitan dengan penataan lingkungan dan ketangguhan bencana,” katanya. Menurutnya, sampah yang dibakar sembarangan dapat menjadi pemicu karhutla. Sebab, api mudah membesar dan merambat ke vegetasi kering, terutama saat angin bertiup kencang. (yun/dre)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang