BATU, RADAR BATU – Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 yang dirangkai dengan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 3rd Series resmi ditutup pada Minggu (2/8/2026).
Kejuaraan paralayang bertaraf internasional ini berlangsung di kawasan Gunung Banyak dan Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, sejak Jumat (31/7/2026).
Sepanjang empat hari perlombaan, panitia berhasil menuntaskan 12 ronde pertandingan tanpa satu pun insiden atau kecelakaan. Capaian zero accident ini menjadi sorotan tersendiri karena paralayang termasuk cabang olahraga dengan tingkat risiko tinggi.
Baca Juga: 5 Pilot Terbaik Dunia Ramaikan Festival Paralayang
Atlet Indonesia Borong Semua Gelar
Dominasi atlet tuan rumah terlihat jelas pada penutupan kejuaraan kali ini. Seluruh gelar juara di setiap kategori berhasil diraih oleh pilot asal Indonesia, mengalahkan pesaing dari Malaysia yang juga turut berlaga.
Sorotan utama tertuju pada Jafro Megawanto, atlet kebanggaan Kota Batu, yang tampil konsisten sejak awal perlombaan. Ia keluar sebagai juara kategori overall setelah membukukan 24 poin, sekaligus menjadi nilai terbaik sepanjang kejuaraan.
Daftar Lengkap Juara per Kategori
Berikut rincian juara di setiap kategori BISTF-IPAC 3rd Series 2026:
Kategori Overall
- Juara 1: Jafro Megawanto (24 poin)
- Juara 2: Damar Harimurti (25 poin)
- Juara 3: Recky Bayu Syahputro (28 poin)
Kategori Female
- Juara 1: Syahdhana Revi (160 poin)
- Juara 2: Shakira Wasila Amanda (290 poin)
- Juara 3: Assyfa Fa'iq (435 poin)
Kategori Team
- Juara 1: DKI Jakarta (170 poin)
Catatan: dalam olahraga paralayang ketepatan mendarat, poin yang lebih kecil menunjukkan performa yang lebih baik karena dihitung dari jarak titik pendaratan atlet terhadap target sasaran.
Baca Juga: Lima Pilot Terbaik Dunia Ramaikan Festival Paralayang di Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu
Rekor Peserta Terbanyak
Series 3 di Kota Batu tercatat sebagai seri dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan IPAC 2026. Sebanyak 75 pilot ambil bagian dalam kejuaraan ini, terdiri dari 64 atlet dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Jawa Barat, hingga Lombok, ditambah 11 pilot dari Malaysia. Kota Batu sendiri menerjunkan 16 atlet terbaiknya sebagai tuan rumah.
Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur, Arif Eko Wahyudi, menyebut bahwa persaingan di Kota Batu tergolong sangat kompetitif karena mempertemukan juara dua seri sebelumnya, sejumlah atlet Top 20 dunia, kelompok junior elit, serta tim-tim terkuat.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, menambahkan bahwa keunggulan geografis Gunung Banyak yang berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut menjadi modal besar bagi Kota Batu untuk terus dipercaya sebagai lokasi kejuaraan internasional.
Baca Juga: 60 Peserta Internasional Bakal Ramaikan Festival Paralayang di Kota Batu
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber