BATU, RADAR BATU - Kehadiran Bus Trans Jatim koridor Malang-Batu berdampak positif bagi pelaku UMKM di Zona Kuliner Lantai 3 Pasar Induk Among Tani. Kemudahan akses transportasi massal membuat kunjungan dari luar Kota Batu meningkat hingga 40 persen. Hal itu berimplikasi pada kenaikan omzet pedagang.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Purwanto, pemilik Warung Mie Ayam Mas Pur. Sebelum Trans Jatim beroperasi, omzet hariannya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Kini, pendapatannya naik menjadi Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu per hari dengan penjualan sekitar 80-100 porsi.
BACA JUGA: BLT DBHCHT Kota Batu 2026 Belum Cair, Dinsos Masih Bersihkan Data Penerima Ganda
Lonjakan itu semakin terasa saat akhir pekan dan musim liburan. Omzet harian warungnya bisa menembus Rp 1,2 juta. Sementara, dagangan kerap habis jauh sebelum jam operasional berakhir. “Sekarang jam satu atau dua siang dagangan sudah habis. Sangat terbantu, apalagi saat musim liburan,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Pur itu mengatakan mayoritas pembelinya merupakan rombongan ibu-ibu senam. Selain itu, berbagai komunitas dari Kota Malang beberapa kali datang menggunakan Trans Jatim khusus untuk kulineran di Pasar Induk Among Tani.
BACA JUGA: Balon Udara Raksasa di Selecta, Spot Swafoto yang Bikin Kota Batu Makin Instagramable
Peningkatan kunjungan, lanjut dia, membuat pola usaha berubah. Jika sebelumnya pelanggan didominasi warga sekitar, kini semakin banyak rombongan dari Malang yang datang memanfaatkan transportasi publik untuk berwisata kuliner.
Wakil Paguyuban Pedagang Lantai 3 Zona 3 Nanang Burudarmawan mengatakan dampak positif itu dirasakan hampir seluruh pedagang. Menurutnya, harga makanan yang relatif terjangkau mulai Rp 5-15 ribu per porsi, menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
BACA JUGA: Disneyland-nya Malang? Ini Fakta di Balik Florawisata Santerra de Laponte Pujon
“Pilihan menunya banyak dengan harga yang ramah di kantong, mulai bakso, mie ayam, nasi goreng, gado-gado hingga pempek. Pengunjung sekarang tidak hanya warga Kota Batu, tetapi juga rombongan karyawan, PKK, mahasiswa, sampai outing class sekolah,” katanya.
Nanang berharap jangkauan layanan Trans Jatim terus diperluas agar manfaat ekonomi juga dirasakan kawasan pasar yang masih minim pengunjung. “Kalau rutenya semakin luas, kami optimistis kunjungan akan terus meningkat sehingga lebih banyak UMKM yang ikut merasakan dampaknya,” pungkasnya. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan