BATU, RADAR BATU - Pengerjaan Proyek Strategis Daerah (PSD) Preservasi Simpang Empat Patih (Simpang Orchid) resmi dimulai. Sejak kemarin (22/7), Jalan Hasanudin ditutup total untuk seluruh kendaraan guna mendukung perombakan konstruksi jalan. Penutupan semula dijadwalkan Selasa lalu(21/7). Namun, diundur sehari untuk menyelesaikan persiapan teknis dan pemasangan rambu pengalihan arus.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Ahmad Supriyanto mengatakan penutupan diberlakukan penuh selama 24 jam. Tujuannya agar proses pekerjaan, termasuk pengeringan beton berjalan optimal. “Penutupan resmi mulai hari ini (kemarin). Dinas PUPR telah menyelesaikan persiapan teknis dan memasang banner pengarah di beberapa titik,” ujarnya.
Baca Juga: Proyek Rp 10 Miliar Simpang Patih Kota Batu Mulai Dikerjakan
Rambu pengalihan dipasang di sejumlah lokasi. Di antaranya kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Untung Suropati dan Jalan Trunojoyo. Personel Dishub juga disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas, terutama pada masa awal penutupan. “Meskipun Jalan Hasanudin ditutup, lampu lalu lintas di Simpang Patih tetap beroperasi normal,” tambahnya.
Kendaraan roda dua dan roda empat dialihkan melalui Jalan Mawar dan Jalan Melati. Sementara, bus pariwisata dan kendaraan angkutan barang dilarang melintasi jalur permukiman. Dari arah Kota Batu menuju Pujon, kendaraan besar dialihkan melalui Jalan Imam Bonjol, Perempatan BCA, Jalan Panglima Sudirman, lalu keluar ke Jalan Trunojoyo.
Baca Juga: Warga Tetap Bisa Lewat, Bus dan Truk Wajib Putar Jauh Selama Proyek Simpang Patih
Proyek preservasi ini ditargetkan selesai dalam 150 hari kalender. Namun, lama penutupan jalan akan menyesuaikan progres pekerjaan di lapangan. Termasuk mempertimbangkan faktor cuaca. Pihaknya mengimbau masyarakat mematuhi rambu pengalihan dan mengatur perjalanan selama proyek berlangsung. (ori/dre)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang