Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Suhu Dingin Bediding Melanda Malang Raya, BMKG Beberkan Penyebabnya

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Senin, 15 Juni 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi embun upas. (Pixabay).
Ilustrasi embun upas. (Pixabay).

MALANG, RADAR BATU – Warga Malang Raya belakangan ini dihadapkan pada fenomena suhu dingin yang menusuk tulang. Fenomena penurunan suhu yang secara drastis yang terjadi setiap tahun ini disebut dengan fenomena bediding. Fenomena bediding terjadi pada malam hingga menjelang pagi hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh pergerakan angin muson Australia. Peristiwa pergerakan tersebut membawa embusan angin yang bersifat kering dan dingin dari Australia menuju Indonesia.

"Bediding merupakan kondisi dengan suhu lingkungan lebih dingin dibandingkan normalnya, ini merupakan siklus musiman dan ditandai dengan aktifnya angin monsun timuran yang sifatnya kering dan dingin," ujar Linda Fitrotul selaku Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Kamis (4/6).

Baca Juga: Ramai Dikeluhkan Warga, Mengapa Fenomena Bediding Membuat Malang Raya Dingin Ekstrem? Ini Kata Ahli

Forecaster on Duty BMKG Karangploso Retno Wulandari menyampaikan bahwa fenomena bediding akan melanda wilayah Malang Raya hingga Agustus 2026 mendatang. Puncaknya akan terjadi di bulan Juli 2026.

"Di Malang Raya, bediding diprakirakan hingga Juli sampai Agustus dan berangsur suhu minimum akan meningkat pada bulan selanjutnya," kata Retno, Minggu (31/5).

Selain itu, Prakirawan Kelas I Juanda, Rendy Irawadi mengatakan bahwa fenomena ini dipicu oleh pergerakan massa udara dingin yang bergerak menuju Indonesia melalui angin timuran. Embusan udara yang kering ini menyebabkan mekin berkurangnya pembentukan awan di atmosfer.

"Karena berkurangnya penghalang berupa awan, panas matahari yang diserap bumi pada siang hari langsung terlepas secara cepat ke atmosfer saat malam hari. Kondisi inilah yang memicu penurunan suhu secara drastis menjelang dini hari," ucapnya.

Baca Juga: Bediding Datang Lagi, Ini Wilayah di Malang Raya yang Suhunya Paling Dingin

Ia juga menegaskan bahwa fenomena bediding akan berlangsung hingga berakhirnya musim kemarau.

Pihak BMKG turut mengingatkan dampak fenomena bediding terhadap sektor pertanian dan peternakan. Di sektor pertanian, ancaman terbentuknya embun upas atau embun es membayangi wilayah dataran tinggi akibat penurunan suhu yang ekstrem. Kondisi cuaca ekstrem tersebut dinilai berisiko tinggi merusak kualitas tanaman hortikultura, sayuran, serta tanaman hias milik petani setempat.

Pada sektor peternakan, terdapat ancaman stres yang akan melanda hewan ternak akibat penurunan suhu udara dari biasanya. Selain itu, hewan ternak juga dapat mengalami gangguan kesehatan hingga berpotensi menyebabkan kematian.

Editor : Aditya Novrian
#malang raya #bmkg #bediding