Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ramai Dikeluhkan Warga, Mengapa Fenomena Bediding Membuat Malang Raya Dingin Ekstrem? Ini Kata Ahli

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Minggu, 14 Juni 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi kabut dalam fenomena Bediding. (Unsplash).
Ilustrasi kabut dalam fenomena Bediding. (Unsplash).

MALANG, RADAR BATU – Beberapa hati terakhir, warga Malang Raya mengeluhkan suhu udara yang terasa jauh lebih dingin dibandingkan biasanya. Mereka menyebutnya dengan fenomena bediding. Meski tengah memasuki musim kemarau, suhu dingin semakin menyelimuti wilayah Malang Raya, khususnya di malam hingga menjelang pagi hari.

Menurut penjelasan Linda Fitrotul selaku Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena bediding ini disebabkan oleh pergerakan angin muson Australia yang berembus dari Australia menuju Indonesia dengan membawa massa angin yang bersifat dingin dan kering.

Selain itu, Prakirawan Kelas I Juanda, Rendy Irawadi turut menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi setiap tahun ini dipicu oleh pergerakan massa udara dingin yang bergerak menuju Indonesia melalui angin timuran. Embusan udara yang kering ini menyebabkan minimnya pembentukan awan di atmosfer.

Baca Juga: Bediding Datang Lagi, Ini Wilayah di Malang Raya yang Suhunya Paling Dingin

"Karena tidak adanya penghalang berupa awan, panas matahari yang diserap bumi pada siang hari langsung terlepas secara cepat ke atmosfer saat malam hari. Kondisi inilah yang memicu penurunan suhu secara drastis menjelang dini hari," ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa fenomena bediding akan berlangsung hingga berakhirnya musim kemarau.

Selain itu, Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno mengungkapkan bahwa suhu dingin yang melanda dipicu adanya kombinasi El Nino dan musim kemarau. Prayitno menjelaskan bahwa angin muson timur dari Australia yang membawa udara kering dan dingin menyebabkan suhu udara pada dini hari hingga pagi hari menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

"Akibatnya, suhu udara pada dini hari hingga pagi hari menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya," ujarnya.

Baca Juga: Suhu Menurun Drastis, ini 5 Fakta Fenomena Bediding yang Membuat Malang Raya Terasa Sangat Dingin

Merespons fenomena ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak udara dingin dan kering yang berpotensi memicu sejumlah gangguan kesehatan.

BMKG menginstruksikan masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dengan mengenakan pakaian hangat dan mengonsumsi minuman serta makanan yang bergizi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan.

Selain itu, pengguna jalan turut diimbau untuk selalu waspada terhadap kabut pagi yang dipicu adanya perpaduan antara udara dingin dan atmosfer yang stabil. Kemunculan kabut dinilai dapat mengganggu jarak pandang aman berkendara.

Editor : Aditya Novrian
#malang raya #kabut #bediding