BATU, RADAR BATU - Kelalaian dalam pemasangan instalasi listrik memicu petaka di Jalan Welirang, RT 06/RW 02, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo kemarin pagi (8/6). Sebuah kebakaran hebat meluluhlantakkan dua rumah milik Farida dan Supriyadi. Insiden yang diduga kuat bermula dari korsleting listrik tersebut menelan kerugian materiil hingga Rp 700 juta.
Api pertama kali terdeteksi mengamuk di lantai dua salah satu bangunan. Seorang warga setempat, Tevi segera melaporkan kepulan asap pekat tersebut pada pukul 07.10. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu Agung Sedayu menyatakan pihaknya langsung bergerak merespons kedaruratan tersebut.
BACA JUGA: 59 Pemuda dari Tujuh Negara Adu Gagasan di Panggung IYC Al Izzah Kota Batu
“Kami langsung mengerahkan personel dari tiga regu sekaligus, yakni Regu Jaya, Regu Yudha, dan Regu Brama didampingi Kasi Pemadaman,” ujar Agung. Guna mempercepat penjinakan si jago merah, ia menerjunkan empat armada yang terdiri atas dua mobil pemadam dan dua truk penyuplai air. Pergerakan tim di lapangan terbilang sangat responsif.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 07.23 atau sekitar 13 menit setelah laporan diterima. Petugas langsung melakukan lokalisir setiba di lokasi,” tegas Agung. Langkah blokade ini menjadi kunci krusial untuk memutus rambatan api ke rumah warga lainnya.
BACA JUGA: Koleksi Jersey Piala Dunia 2026 yang Wajib Masuk Wishlist Penggemar Bola
Hasil investigasi awal memastikan percikan api bersumber dari jaringan listrik lantai dua yang tidak memenuhi standar keamanan. Beruntung, insiden ini tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, struktur bangunan lantai dua beserta seluruh perabotan di kedua rumah tersebut hangus tak bersisa.
Operasi pemadaman memakan waktu cukup panjang. Mulai dari penjinakan titik utama, pendinginan area, hingga penyisiran sisa bara api memakan waktu dua setengah jam. Penanganan ini turut dibantu oleh kepolisian, TNI, tim medis, relawan Tagana, serta warga sekitar. “Api baru padam total dan kondusif sekitar pukul 09.30,” pungkas Agung. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan